38 Atlet SD asal NTT ke Jakarta

SEBANYAK 38 atlet sekolah dasar (SD) dari 13 cabang olahraga akan mewakili Propinsi NTT dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (OOSN) tingkat nasional di Jakarta, 1- 8 Agustus mendatang. Para atlet adalah juara dalam OOSN tingkat Propinsi NTT yang digelar dari 20-25 Juli lalu. Demikian diinformasikan penanggungjawab OOSN NTT, Ayub Mooy S.H didampingi anggota tim teknis, Drs. Lambert Tukan, M.M di ruang kerjanya, Jumat (25/7/2008).

"Mereka yang merebut medali emas mewakili NTT dalam lomba tingkat nasional. Untuk nomor beregu seperti sepakbola, sepaktakraw dan bolavoli, 60 persen atlet dari tim juara sedangkan sisanya dari daerah lain yang atletnya diseleksi khusus karena berkualitas," jelas Mooy.

Lambert Tukan menambahkan, terhitung sejak Sabtu (26/7/2008), para atlet mengikuti pemusatan latihan di Asrama Haji, Kupang. "Selama pemusatan latihan di Kupang, para atlet dilatih tim teknis yang ditunjuk pengelola didampingi pelatih. Proses latihan di Kupang memang sangat pendek, namun diharapkan para atlet bisa benahi teknik yang masih lemah," jelas Lambert Tukan.

Penutupan OOSN SD tingkat Propinsi NTT dilakukan di Aula Komodo Dinas P dan K Propinsi NTT, Jumat pagi. Kepala Dinas, Thobias Ully ketika menutup acara tersebut mengucapkan terima kasih kepada para ofisial, pelatih, atlet dan panitia yang menyukseskan event tersebut. Ia mengatakan, semua atlet peserta OOSN akan mendapat beasiswa yang saat ini sedang diproses.

Adapun para atlet yang akan ke Jakarta, yakni dari cabang Atletik, Stevanus Laot, Maria Bate (Ngada). Senam, Agung Nugroho. Cintya Gara Mesa (Kota Kupang). Renang, Erick Muhamad (Manggarai Barat), Maria Mau (Ende). Tenis meja, Januarto Taek, Marlen Taek (Kota Kupang). Bulutangkis, Rizal Mubarakh (Kota Kupang), Umi Badu (Alor).

Bolavoli, Maria Reweng, Magdalena Jenau, Klaudia Nuwa (Manggarai Timur), Selviana Manuk, Melyana Kewa (Flores Timur). Sepaktakraw, Firman, Akbar, Wardiman (Manggarai Barat), Laurens Rohi Kari (Kupang). Pencaksilat, Ibnu Jalil Hanafi (Sikka), Febrian Anin (TTU).

Sepakbola, Sahidil Aqsa, Sukarno, Kaharudin, Richardus Garu, Haerudin, Patrisius Sun (Manggarai Barat), Arafik Hasan (Sumba Timur), Zulfikar (Ende). Bridge, Marco Riwu Kado, Vanya Muskanan (Kupang). Tenis, I Wayan Sona Pratama, Beby Liwe (Kota Kupang). Catur, Suryanto Tenis Tuan (Kota Kupang), Florensia Lisa (Manggarai Barat). Karate, Yohanes Bugis (Manggarai Barat), Janita Dima (Kota Kupang). (eko)
Lanjut...

Kota Kupang Juara Umum

KONTINGEN Kota Kupang keluar sebagai juara umum Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Sekolah Dasar (OOSN SD) tingkat Propinsi NTT tahun 2008. Kota Kupang mengumpulkan medali terbanyak, yakni sebelas medali emas, lima perak dan lima perunggu.

Setelah merebut delapan medali emas pada, Rabu (23/7/2008), Kota Kupang menambah tiga medali emas pada Kamis (24/7/2008) dari cabang bulutangkis putra lewat Rizal, Suryanto Tuan (catur putra) dan Rizky Bire dari cabang renang nomor gaya kupu-kupu 50 meter putra.

Kejutan datang dari kontingen Manggarai Barat (Mabar). Sama sekali tidak diunggulkan, Mabar mengakhiri kompetisi di posisi kedua klasemen perolehan medali dengan enam medali emas dan tiga medali perak. Data yang diperoleh dari seksi pertandingan, Drs. Lambert Tukan, M.M, dan Robert Tetikay, medali emas Mabar direbut Erick Muhammad dari cabang renang gaya punggung 50 meter dan gaya dada 50 meter. Dua medali emas lainnya direbut dari cabang sepaktaraw nomor beregu dan Yohanes Bugis dari karate. Putri Manggarai Barat juga merebut medali emas cabang bolavoli. Satu medali emas Mabar disabet dari cabang sepakbola.

"Dari hasil kejuaraan yang kami rekap, penyebaran prestasi sudah merata. Misalnya cabang renang yang sebelumnya didominasi Flotim, kini juara sudah dari daerah lain. Hampir semua daerah membawa pulang medali sedangkan Belu, Nagekeo dan Sumba Tengah tidak berhasil merebut medali," ujar Lambart Tukan.

Hari Ini Penutupan
Ketua Panitia OOSN SD 2008, Aloysius Min mengatakan, Jumat (25/7/2008) ini akan dilaksanakan upacara penutupan di Aula Komodo Dinas P dan K Propinsi NTT di Kupang. Pada upacara penutupan, akan diumumkan atlet dan pelatih yang akan mewakili NTT ke OOSN SD 2008 tingkat nasional di Jakarta.

"Para atlet yang lolos ke tingkat nasional akan langsung mengikuti pemusatan latihan di Kupang. Mereka akan dilatih pelatih dan tim teknis yang penentuannya sudah kami buat dalam aturan khusus. Kami sangat berharap agar semua kontingen bisa ikut dalam acara penutupan ini," jelasnya. (eko)

Hasil lengkap (berdasarkan urutan medali):
Cabang atletik: nomor lempar turbo, Agustinus/A Leda Dappa (Sumba Barat Daya), Fransiskus/Densiana (Ende), Yoseph/Elisa (Sikka). Bridge: Kupang, Flores Timur, Kota Kupang. Renang: gaya bebas 100 meter putra: Usman Taher (Flotim), Erick Muhamad (Mabar), Mohamad Ali (Alor). Putri: Maria Mau (Ende), M Daing (Alor), Jamita (Sikka). Gaya punggung 50 meter putra: Erick Muhamad (Mabar), Trisno Usman (Ende), Rizky Bire (Kota Kupang). Putri, Maria Mau (Ende), Wamita (Sikka), Novita Dully (Kota Kupang). Gaya dada 50 meter putra: Erick Muhamad (Mabar), Rizky Bire (Kota Kupang), Okto Watu (Sumba Timur). Putri: Wamita (Sikka), Novita Dully (Kota Kupang), Majija Daing (Alor). Gaya kupu- kupu putra, Rizky Bire (Kota Kupang), Trisno Usman (Ende), Okto Watu (Sumba Timur). Putri: Maria Mau (Ende), Novita Dully (Kota Kupang), Maria Umu (Sumba Timur).
Senam: artistik putra: Agung Nugroho (Kota Kupang), Abdul Latif (Lembata), Tino Rizal (Flotim). Ritmik: Cintia Gurumesa (Kota Kupang), Indah Purwati (Sumba Barat), Megawati (Lembata). Karate putri: Janite Dima (Kota Kupang), Fitriani Bedhi (Mabar), Katrina Beka (Ende). Karate putra: Yohanes Bugis (Mabar), Isak Rutung (Sumba Timur), Vitus Benoe (Kota Kupang). Tenis meja putra: Januarto Taek (Kota Kupang), Darius Ricky (Kupang), Andrew Ndeolima (TTS). Putri: Marlen Taek (Kota Kupang), Mariana da Silva (Mabar), Ita Banur (Ngada).
Sepaktaraw: beregu; Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Kupang. Double event: Manggarai Barat, Kupang, Ngada, Flores Timur. Catur putra: Suryanto Tuan (Kota Kupang), Siprianus Lende (Sumba Barat Daya), Otniel Manafe (Rote Ndao). Putri: Florensia Lisa (Manggarai Barat), Regmi Nggadas (Rote Ndao), Ivoni Laa (Alor). Pencaksilat putra: Ibnu Jalil Al Hanafi (Sikka), Robert Seran (TTU), Triwul Penuweo (Kota Kupang). Putri: Febrian Anin (TTU), Onasius Dima (Kupang), Stifani Saiputa (Alor).
Bolavoli: Manggarai Timur, Flores Timur, TTS. Bulutangkis putra: Rizal (Kota Kupang), Anre Hartono (Alor), Blasius Ola (Flotim). Putri: Umi Badu (Alor), Efran (Manggarai), Fera (Sumba Timur). Sepakbola: Manggarai Barat, Sumba Timur, Ende.


Daftar Perolehan Medali
1. Kota Kupang 11 5 5
2. Manggarai Barat 6 3 0
3. Ende 4 3 4
4. Ngada 3 0 3
5. Sikka 2 5 3
6. Kupang 2 3 1
7. Flores Timur 2 3 4
8. Alor 1 4 4
9. Sumba Timur 1 3 7
10. Sumba Barat Daya 1 2 0
11. Manggarai 1 2 0
12. Timor Tengah Utara 1 1 1
13. Manggarai Timur 1 0 0
14. Rote Ndao 0 2 1
15. Lembata 0 1 2
16. Sumba Barat 0 1 0
17. Timor Tengah Selatan 0 0 2
18. Belu, Nagekeo dan Sumba Tengah tidak merebut medali.


Lanjut...

Kota Kupang Memimpin

KONTINGEN Kota Kupang untuk sementara hingga, Rabu (23/7/2008), memimpin daftar perolehan medali Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Sekolah Dasar (OOSN SD) tingkat Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT(. Kota Kupang merebut delapan medali emas, dua perak dan empat perunggu.

Delapan medali emas tersebut diraih dari cabang tenis meja putra dan putri lewat dua bersaudara, Januarto Taek dan Marlen Taek. Cabang tenis mempersembahkan tiga medali emas yakni nomor tunggal putra/putri dan campuran. Cabang senam yang menurunkan Agung Nugroho dan Cintia Rambu Gurumesa juga merebut medali emas. Satu medali emas lainnya direbut Kota Kupang dari cabang karate lewat Janite Weilren Dima. Dua medali perak Kota Kupang direbut lewat Rizky Bire dan Novita Dully. Empat medali perunggunya direbut oleh tim bridge, Rizky Bire dan Novita Dully dari renang dan Vitus Banoe dari cabang karate putra.

Data yang diperoleh dari seksi pertandingan, Drs. Lambert Tukan, M.M, Manggarai Barat membuat kejutan dengan menyabet empat medali emas. Dua medali emas direbut Erick Muhammad dari cabang renang gaya punggung 50 meter dan gaya dada 50 meter. Satu medali emas lainnya direbut dari cabang sepaktaraw nomor beregu dan Yohanes Bugis dari karate.

Hasil lengkap babak final pertandingan, Rabu yang diperoleh dari Lambert Tukan (berdasarkan urutan medali), cabang atletik nomor lempar turbo, Agustinus/A Leda Dappa (Sumba Barat Daya), Fransiskus/Densiana (Ende), Yoseph/Elisa (Sikka). Bridge: Kupang, Flores Timur, Kota Kupang. Renang gaya bebas 100 meter putra: Usman Taher (Flotim), Erick Muhamad (Mabar), Mohamad Ali (Alor). Di bagian putri: Maria Mau (Ende), M Daing (Alor), Jamita (Sikka). Gaya punggung 50 meter putra: Erick Muhamad (Mabar), Trisno Usman (Ende), Rizky Bire (Kota Kupang), putri, Maria Mau (Ende), Wamita (Sikka), Novita Dully (Kota Kupang).

Gaya dada 50 meter putra: Erick Muhamad (Mabar), Rizky Bire (Kota Kupang), Okto Watu (Sumba Timur). Putri: Wamita (Sikka), Novita Dully (Kota Kupang), Majija Daing (Alor). Senam artistik putra: Agung Nugroho (Kota Kupang), Abdul Latif (Lembata), Tino Rizal (Flotim). Senam ritmik: Cintia Gurumesa (Kota Kupang), Indah Purwati (Sumba Barat), Megawati (Lembata). Karate putri: Janite Dima (Kota Kupang), Fitriani Bedhi (Mabar), Katrina Beka (Ende). Putra: Yohanes Bugis (Mabar), Isak Rutung (Sumba Timur), Vitus Benoe (Kota Kupang). Tenis meja putra: Januarto Taek (Kota Kupang), Darius Ricky (Kupang), Andrew Ndeolima (TTS). Putri: Marlen Taek (Kota Kupang), Mariana da Silva (Mabar), Ita Banur (Ngada). (eko)
Lanjut...

Mabar Rebut Emas Sepaktakraw

KONTINGEN Manggarai Barat (Mabar) meraih medali emas nomor beregu cabang sepaktakraw Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Sekolah Dasar (OOSN SD) tingkat Propinsi NTT tahun 2008. Dalam final di Gedung Serba Guna KONI Propinsi NTT, Selasa (22/7/2008), Manggarai Barat menang 2-1 atas Manggarai.

Manggarai yang lebih diunggulkan hanya kebagian medali perak. Medali perunggu direbut Kabupaten Kupang dan Ngada. Cabang sepaktakraw masih akan memainkan nomor double event dan takraw hop.

Menurut data yang dihimpun dari panitia seksi pertandingan, Drs. Lambert Tukan, M.M, di cabang bolavoli mini putri, Kabupaten Kupang dan Alor lolos ke putaran kedua dari Grup B. Manggarai Timur lolos dari Grup D sebagai juara grup sedangkan runner-up masih diperebutkan Flores Timur dan Ngada.

Dari cabang sepakbola, Kupang dan Rote Ndao lolos ke putaran kedua setelah tampil sebagai juara dan runner-up Grup A. Pada pertandingan Selasa, Kota Kupang tersingkir setelah kalah 0-1 dari Sumba Barat Daya. Sebelumnya Kota Kupang dibantai Alor, 1-9. Hasil lainnya, Alor vs Flotim 2-2, TTU vs Mabar 3-2, Ende vs Sikka 5-1, Sumba Timur vs Belu 5-1.

Dari cabang bridge, menurut Lambert Tukan, untuk sementara Kupang berada di peringkat teratas dengan 55 poin. Berikutnya adalah Flotim (30), Kota Kupang (29), Sumba Timur (24) dan TTU (22). "Siapa yang juara bridge akan ditentukan dalam pertandingan besok (hari ini)," kata Lambert.

Dari cabang catur putra, menurut panitia pelaksana, Sony Sabuna, sampai babak ketiga, Suryanto Tuan dari Kota Kupang dan Yohanes Manikno dari Manggarai Timur meraup poin tertinggi, yakni tiga. Pecatur lainnya yang memiliki dua poin, yakni Arkadius Berelaka (Belu), Petrus Melki (Sikka), Paulus Maran (Flotim), Siprianus Lende (Sumba Barat Daya), Yosep Saka (Ende), Yohanes Kadati (TTU) dan Otniel Manafe (Rote Ndao). (eko)
Lanjut...

Alor Bantai Kota Kupang

TIM Alor pesta gol 9-1 ke gawang Kota Kupang dalam pertandingan cabang sepakbola mini Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (OOSN) SD tingkat Propinsi NTT di lapangan TNI AD Kuanino Kupang, Senin (21/7/2008). Rote Ndao juga meraih hasil positif dengan kemenangan 6-1 atas Sumba Barat.

Alor untuk sementara menduduki puncak klasemen sementara Grup D. Sumba Barat Daya berada di posisi kedua dengan tiga poin setelah mengalahkan Nagekeo 3-0. Satu partai lainnya di Grup D, Flores Timur baru akan bermain pagi ini.

Hasil pertandingan lainnya, Kupang vs Sumba Barat 2-0, TTU vs TTS 2-1, Ende vs Sumba Timur 2-0, Sikka vs Belu 4-0, Manggarai Barat vs Sumba Tengah 4-0, TTS vs Ngada 3-0 dan Ende vs Manggarai 3-0.

Hasil pertandingan yang diperoleh dari panitia, Drs. Lambert Tukan, M.M, di cabang bolavoli, TTS vs Kota Kupang 2-0, Kupang vs Alor 2-0, Sumba Timur vs Rote Ndao 2-0, Flotim vs Ngada 2-0, Sumba Barat Daya vs Belu 2-0, Manggarai vs Manggarai Timur 2-1, TTS vs Ende 2-0, Kupang vs TTU 2-0. Nagekeo vs Rote Ndao 2-1, Manggarai Barat vs Kota Kupang 2- 0.

Dari cabang catur putra babak pertama, Sumba Barat vs Belu 0- 1, Manggarai vs Sikka 0-1, Kota Kupang vs Flores Timur 1-0, Nagekeo vs Sumba Barat Daya 0-1, Rote Ndao vs Kupang 1-0. DI bagian putri, Manggarai Barat vs TTS 1-0, Alor vs Manggarai Timur 1-0, Sumba Timur vs Flores Timur 0-1, Rote Ndao vs Sikka 1-0, Sumba Barat Data vs Sumba Barat 0-1.
OOSN SD 2008 dibuka Asisten I Setda Propinsi NTT, Yos Mamulak di GOR Flobamora-Kupang, Senin (21/7/2008) pagi. Ketua Panitia, Aloysius Min melaporkan, peserta berasal dari 20 kabupaten/kota di NTT. Peserta terdiri dari 547 atlet yang bertanding di cabang atletik, pencaksilat, karate, sepaktakraw, sepakbola, tenis, tenis meja, bridge, catur, renang, senam dan bulutangkis. (eko)

82 Atlet Gugur

PANITIA Seksi Keabsahan menggugurkan 82 atlet. Mereka tidak boleh mengikuti pertandingan dan lomba. Mereka yang gugur karena administrasi tidak lengkap atau meragukan dan masalah kesehatan. Demikian data yang dihimpun dari Ketua Seksi Keabsahan, Drs. Lukas M Boleng, M.Kes.

Menurutnya, kontingen yang atletnya paling banyak gugur adalah Kabupaten Sumba Tengah, yakni 12 orang sedangkan yang paling sedikit dari TTS, Alor dan Kota Kupang, yakni dua orang. "Ada sinyalamen bahwa tidak ada seleksi atlet di daerah sehingga berkas administrasinya tidak lengkap. Kami terpaksa menggugurkan susuai aturan dalam juknis yang sudah disosialisasikan beberapa bulan lalu," jelas Lukas.

Terkait keabsahan atlet, Ketua Panitia, Aloysius Min, mengatakan, pihaknya sudah mendapat protes dari beberapa kontingen. "Ada kontingen yang protes kepada kami. Saya mau jelaskan bahwa untuk bisa bermain seorang atlet harus melewati seleksi administrasi. Raport, ijazah dan akta kelahirannya diperiksa untuk dicocokkan. Kalau sudah lolos, dia masih harus dites kesehatan. Dia harus lolos seleksi administrasi dan tes kesehatan dulu baru bisa bertanding, satu saja tidak lolos, dia tidak boleh bertanding. Ketegasan ini akan berlanjut hingga tingkat nasional, sehingga tidak ada alasan untuk menolerir," jelas Min. (eko)
Lanjut...

Hari ini OON SD 2008 Digelar

SEBANYAK 854 siswa sekolah dasar (SD) akan ambil bagian dalam Olimpiade Olahraga Nasional (OON) tingkat Propinsi NTT 2008 di Kupang, 21-6 Juli 2008. Jumlah ini terbagi dalam cabang atletik, senam, renang, tenis meja, bulutangkis, bolavoli, sepaktakraw, pencaksilat, sepakbola, bridge, tenis lantai, catur dan karate. Event ini akan dibuka Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya di GOR Flobamora Kupang, Senin (21/7/2008).

Kasubdin TK/SD Dinas P dan K Propinsi NTT, Drs. JB Mallo didampingi Ketua Panitia OON SD 2008, Aloysius Min mengatakan, sebanyak 18 kabupaten/kota di NTT sudah siap ambil bagian.

"Sesuai data yang kami peroleh dari panitia seksi keabsahan dan pertandingan, hingga saat ini Nagekeko dan Sumba Tengah belum mendaftarkan diri sementara 18 daerah lainnya sudah. Nagekeo dan Sumba Tengah sebelumnya sudah mendaftarkan diri, namun berkas administrasi untuk keabsahan atletnya belum dilaporkan atau diserahkan kepada panitia," ujar Mallo yang ditemui di sela-sela gladi bersih di GOR Flobamora, Minggu (20/7/2008),

Panitia keabsahan, Drs. Lukas M Boleng, M.Kes mengatakan, masih melihat keabsahan atlet. Sesuai data awal, kata Lukas, kontingen terbanyak, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Nagekeo dan Sumba Timur yang masing-masing membawa 52 atlet. Kontingen terkecil Manggarai yang hanya membawa 24 atlet.

"Ada lima daerah yang mengikutkan atlet di semua cabang. Manggarai paling sedikit membawa atletnya, karena mereka hanya ikut cabang karate, sepakbola, bulutangkis dan atletik. Namun untuk kepastian berapa jumlah atlet yang ikut belum ada, karena panitia masih melakukan seleksi berkas keabsahan mereka," jelas Lukas.

Dalam pertemuan teknis yang dipandu Aloysius Min dan penanggungjawab kegiatan, Ayub Mooy, S.H di Hotel Cahaya Bapa Kupang, Minggu malam, semua kontingen siap mensukseskan event tersebut. "Aturan yang dipakai sudah disosialisasikan sejak beberapa bulan lalu, sehingga tidak ada persoalan tentang aturan," jelas Min. (eko)
Lanjut...

Esthon: Minimal Seperti 2004

KONI Propinsi NTT tidak mau memberikan target perolehan medali kepada atlet NTT yang akan berlaga pada PON XVII 2008 mendatang. Namun, prestasi kali ini minimal sama seperti PON XVII 2004, yakni merebut delapan medali emas, empat perak dan empat perunggu. Demikian Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si, di sela-sela acara pelepasan kontingen NTT, Selasa (1/7/2008).

"Tahun 2004 lalu NTT berada di posisi ke-17 dalam perolehan akhir medali. Kali ini KONI juga berharap minimal bisa mencapai prestasi itu. Tapi kalau atlet-atlet kita sanggup mencapai yang lebih baik lagi, saya pikir itu akan menjadi prestasi yang spektakuler," ujar Esthon.

Ditanya mengenai cabang-cabang yang diunggulkan untuk meraih medali, Esthon mengatakan, semua memiliki peluang. Dari hasil latihan yang telah dievaluasi, kata Esthon, tujuh cabang yang ikut ini memiliki kualitas yang cukup bagus untuk bersaing secara nasional.

"Secara tradisi, NTT biasanya mendulang medali dari cabang tinju, kempo dan atletik. Tapi untuk kali ini, tinju, kempo, atletik, taekwondo, pencaksilat, sepaktakraw dan bermotor memiliki peluang yang sama. Semua yang kita kirim ini adalah yang terbaik di nomornya, karena sudah teruji baik saat pra PON maupun dalam beberapa event nasional lainnya," ujar Esthon.

Beberapa atlet senior, seperti Tersiana Riwu Rohi, Yanto Fallo, Vivi Sine dan Yuliana Toh mengatakan kegembiraannya atas dukungan KONI dan Pemerintah Propinsi NTT. "Saya ikut PON sejak tahun 1993, namun kali ini sangat beda. Dukungan pemerintah dan masyarakat cukup besar. Ini akan jadi motivasi bagi kami. Meski demikian, semuanya harus atas kehendak dari Tuhan Yang Maha Esa," ujar Tersiana Riwu Rohi. (eko)
Lanjut...

Bonus Medali Emas Rp 50 Juta

TERBESAR dalam sejarah keikutsertaan NTT dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). Pemerintah Propinsi (Pemprop) dan KONI NTT akan memberikan bonus Rp 50 juta untuk setiap satu medali emas yang diraih. Pernyataan tersebut dikatakan Wakil Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya ketika melepas kontingen NTT yang akan berlaga di PON XVII 2008 di Lantai I Kantor Gubernur NTT, Selasa (1/7/2008).

"Untuk memotivasi para atlet agar bisa meraih medali, nampaknya saya harus memberikan sedikit rangsangan. Tapi bonus ini bukan tujuan utama, tetapi hanya sebagai rangsangan. Yang utama bagi adik-adik adalah meraih prestasi yang paling tinggi," ujar Frans Lebu Raya.

Selain Rp 50 juta untuk medali emas, untuk peraih medali perak akan mendapatkan Rp 35 juta. Sementara untuk medali perunggu akan diberikan Rp 20 juta.

"Bonus ini bukan berarti saya membebani saudara dengan target berapa medali yang harus diraih. Tapi yang saya inginkan adalah apa yang diberikan ini harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat dengan memberikan prestasi terbaik bagi mereka," kata Lebu Raya.

Dalam bertanding, Lebu Raya berharap para atlet dan pelatih tetap menjunjung tinggi semangat sportivitas. "Di PON nanti, saudara akan berada di lingkungan atlet dan ofisial dari daerah lain. Jagalah nama daerah dalam kebersamaan sehari-hari, karena walaupun kita bertanding dan berlomba membawa nama daerah masing-masing, kita tetap satu dalam persaudaraan dan persahabatan sejati," katanya.

Lebu Raya berharap, dengan latihan selama tujuh bulan yang dilakukan atlet-atlet NTT, nantinya bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Untuk itu, dia berharap agar jerih payah yang sudah dilakukan jangan disia-siakan tapi dijawab dengan prestasi.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung para atlet selama pemusatan latihan. Kepada pengurus cabang olahraga, saya harap segala jerih upaya dan kerja keras yang sudah dilakukan selama ini bisa membawa hasil yang membanggakan bagi diri, keluarga, pemerintah dan masyarakat NTT," ujarnya.

Acara pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen NTT oleh Frans Lebu Raya kepada Ketua Kontingen NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si. Wakil Sekretaris Kontingen NTT, Drs. Ary Mulyadi, M.Pd dalam laporannya mengatakan, kontingen NTT terdiri dari 47 oranga atlet dan 20 ofisial/pelatih. NTT mengikuti tujuh cabang, yakni kempo, tinju, atletik, pencaksilat, taekwondo, sepaktakraw dan bermotor. (eko)
Lanjut...

Kontingen NTT ke PON 2008/Kaltim

KETUA Kontingen: Esthon Foenay , Drs. Muhammad Wongso (Wakil Ketua/Koordinator sepaktakraw), B.nDjurumana (Wakil Ketua/Koordinator Kempo), Drsa. Hosea Dally (Wakil Ketua/Koordinator Atletik &Taekwondo), Andre Koreh (Wakil Ketua/Koordinator Pencaksilat & Tinju), Anike Mitak (Wakil Ketua/Pimpinan Defile/Koordinator Kesehatan), Eduard Setty (Sekretaris Kontingen), Ir. Theodorus Widodo (Bendahara), Ny. Welmintje Foenay (Chapperon), Dr. Prijander Foenay, Sp.Pd (Dokter Kontingen).

Atletik: Pelatih; Drs. Fredik Tunliu, Soleman Natonis. Atlet; Meri Paijo, Adriana Waru, Tersiana Riwu Rohi, Niko Silla. Kempo: Pelatih: Jonathan Lena Djila, Samuel Untung, Melky Blegur, Maria Nuhan, David Joni Ati, Jorgen Adoe, Arifin Syahban, Andre Sole, Christin Wetangterah. Kenshi: Frengky Gewe, James Pah, Muhamad Jihad, Tesar Ismail, Andi Samol, Risal Sobo, Marsel Pah, William Halim, Maldo Parera, Alfons Theodorus, Juliana Toh, Janeth Dethan, Yunita Gellu, Veronika Hakim, Cindy Bengu, Paskalia Panggapa'ang, Miyato Barapa.

Sepaktakraw: Pelatih; Erick Lay Lena, David Here. Atlet: Yanti Laga Nawa, Ruslina Dida, Apriyani Tkesnai, Leni Keraba, Febi Manu Bale. Pencaksilat: Pelatih: Dominggus Hangga, Ferdinan Lani, Hasan Salasa. Atlet: I Putu Gede, Vivi Malelak, Marthina Bhoko, Agatha Tresnawati.

Taekwondo: Pelatih: Stefanus Seng, Agus Petrusz, John Kalle, Simron Lodorohi. Atlet: Jasson Hornay, Ridwan Supoyo, Roy Hamat, Dudy Baranuri, Maria Trisanti Rasi, Lola Blegur, Tasya Rissi, Etrin Tauk. Tinju: Pelatih; Samuel Haning, Yusuf Naragale, David Hari, Max Oil. Atlet: Yanto Fallo, Deni Hitarihun, Atris Neolaka, Abniel Daniel, Johanes Ndolu, Meliana Beteseran, Getrudis Taek, Dewi Mamo.

Ofisial: Drs. Ary Mulyadi, M.Pd (Wakil Sekretaris), Drs. Lody Radja (Manejer Atletik), Drs, Nurdin Badu, M.For (Teknik Pertandingan, Pencaksilat & Sepaktakraw), Drs. Lukas Boleng, M.Kes (Teknik Pertandingan Atletik & Kempo), Drs. Lambert Tukan M.M (Teknik Pertandingan Taekwondo & Tinju), Sipri Seko (Wartawan), Rudi Mandaling (Wartawan), Rido Oematan (Urusan Logistik), Maria Goreti Kara (Urusan Administrasi), S Sera Djawa (Urusan Administrasi Keuangan), Joni Djara (Urusan Umum), Nahason Sayuna (Masseur), Pri Pantjono (Masseur). (*)
Lanjut...

Edu Setty: Merry Dikirim ke Hongkong

ATLET atletik NTT, Mery Paijo dikirim oleh PB PASI (atletik) untuk mengikuti kejuaraan Standard Chartered Greo Marathon di Hongkong tanggl 3 Maret 2008. Mery akan dikirim bersama atlet Jawa Tengah, Subardi. Kedua pelari ini akan didampingi pelatih atletik asal NTT, Frans Sales, S.Pd. Demikian diungkapkan administrator Pengprop PASI NTT, Eduard Setty di ruang kerjanya, Jumat (1/2/2008).

Menurut Setty kejuaraan yang sama juga diikuti Silvester Kolloh dan Niko Sila di Singapura awal Desember lalu. Ditambahkannya, dipilihnya Mery, adalah berkat hasil yang dicapai dalam pra PON XVII 2007 lalu di Jakarta. Sementara Frans Sales terpilih karena sudah menunjukan kualitasnya saat pelatihan pelatih atletik yang diselenggarakan Dispora NTT, Desember 2007 lalu di Kupang.

"Mery dan Frans Sales langsun ditunjuk oleh PB PASI. Keduanya diharapkan sudah berada di Jakarta pada tanggal 29 Februari. Semua biaya akomodasi dan transportasi ditanggung oleh PB PASI," jelas Setty yang juga adalah Wakil Sekretaris Umum KONI Propinsi NTT itu. Menurut Setty, hasil yang dicapai di Hongkong akan menjadi ukuran prestasi Mery saat PON XVII 2008 nanti.


"Mery akan turun pada nomor marathon saat PON di Kalimantan Timur. Hasil yang dicapai Mery di Hongkong ini akan menjadi cerminan prestasi di PON. Mery saat ini sedang berlatih untuk persiapan PON, sehingga ada harapan untuk meraih prestasi," kata Setty.

Menurut Setty, terus dipilihnya atlet-atlet NTT mewakili Indonesia ke kejuaraan dunia, sangat berpengaruh terhadap pembinaan. Untuk itu, kata Setty, PASI NTT sudah memiliki program untuk melakukan pembinaan secara berjenjang. (eko)
Lanjut...

Esthon Foenay Minta Atlet Konsentrasi Penuh

SATU bulan lagi, 46 atlet NTT akan mengikuti PON XVII 2008 di Kalimantan Timur. Tak ingin prestasi olahraga NTT menurun, Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si meminta para atlet akan fokus pada persiapannya menghadapi ajang yang akan digelar 6-17 Juli 2008 itu.Esthon Foenay, saat tatap muka dengan atlet, pelatih dan pengurus di Hotel Cahaya Bapa-Kupang, Senin (2/6/2008), mengatakan, pencapaian minimal delapan emas, empat perak dan empat perunggu seperti PON XVI 2004 lalu adalah harga mati.

"Jangan terpengaruh dengan proses pemilihan gubernur yang sedang berlangsung. Anda punya hak memilih, tapi tugas anda adalah berlatih, karena lewat prestasi Anda, nama NTT akan disegani di Indonesia bahkan dunia," ujar Esthon.

Esthon mengatakan saludnya terhadap keseriusan atlet-atlet NTT yang meski dalam keterbatasan sangat disiplin berlatih. Prestasi mereka, kata Esthon, akan mendapat penghargaan dan apresiasi dari pemerintah dan masyarakat NTT.

"Siapapun gubernur dan wakil gubernur yang terpilih pasti akan menyiapkan bonus untuk Anda. Saya yakin, semua atlet ini adalah yang terbaik untuk mewakili NTT," kata Esthon.

Rey Ratukore
Pembalap NTT, Rey Ratu Kore akhirnya mendapat rekomendasi untuk mengikuti PON XVII 2008. Ketua Umum Pengprop IMI NTT, Jonas Salean, S.H, yang ditemui mengatakan, pihaknya sudah mengurus semua persyaratan administrasi Rey baik dari PP IMI maupun KONI Propinsi NTT. "Rey lolos bukan karena jatah, tetapi karena prestasi. Kami sudah mempersiapkan semua persyaratannya administrasinya, karena motor dan mekanik sudah disiapkan oleh panitia dan sponsor," jelas Yonas.

Esthon Foenay, yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan bahwa semua pembiayaan atas keikutsertaan Rey ditanggung oleh IMI.

"Rey sudah menjadi pembalap nasional, bahkan Asia, sehingga dia pantas ikut PON. Semua pembiayaan sudah ditanggung IMI, namun karena dia mewakili NTT, maka dia juga harus memakai atribut NTT," ujar Esthon. (eko)
Lanjut...

Agatha Punya Peluang

SETELAH melatih Agatha Trisnawati selama seminggu, pelatih PB IPSI, Fahmi Wardy mengatakan kalau pesilat Maumere-Sikka yang akan tampil di PON XVII 2008 ini memiliki peluang untuk merebut medali. Kualitas Agatha kini sudah setara dengan atlet-atlet nasional bahkan dunia. Untuk itu, Agatha diminta untuk mempertahankan kualitasnya dengan disiplin berlatih dan terus memohon bimbingan Tuhan.

Pengurus IPSI NTT, Ferdy Amatae yang ditemui di Kupang, Selasa (3/6/2008), mengatakan, Agatha mengalami peningkatan yang cukup pesat. Ferdy yang juga pengurus PB IPSI ini mengatakan, untuk sementara, Agatha tetap berlatih di Maumere di bawah asuhan Yoseph Otu, Geradus dan Nelson Leki.

"Kami sudah lapor ke KONI NTT, Agatha berlatih di Maumere dengan pertimbangan dia sudah sangat cocok dengan pelatihnya. Nanti menjelang keberangkatan, Agatha akan bergabung di Kupang. Kalau saja ada biaya, Agatha mungkin didatangkan bersama pelatihnya di Kupang," jelas Amatae.

Amatae yang akan menjadi Ketua Pertandingan cabang pencaksilat PON XVII 2008 itu mengatakan, saingan Agatha adalah atlet-atlet asal DKI Jakarta, Jawa Timur dan Bali. Meski demikian, dengan kualitas yang dimilikinya, Agatha memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki atlet lain.

"Untuk teknik dan lainnya, Agatha sudah komplet. Yang sekarang kita minta adalah dia rajin berdoa, karena untuk menjiwai gerakkannya, Agatha harus memiliki akhlak yang bagus. Kalau dia menjalaninya dengan bagus, medali emas pun kita bisa targetkan buat Agatha," kata Amatae.

Mengenai peluang nomor tanding, Ferdy Amatae mengakui bahwa peluang selalu terbuka. Ia menyebut I Putu Gede, Vivi Malelak dan Marthina Bhoko memiliki kualitas yang bagus namun semua tergantung kesiapan mereka.

"Untuk nomor tanding, memang sukar di prediksi. Tapi, kalau atlet-atlet kita serius peluang mereka sangat terbuka. Tapi ini juga tergantung saat pengundian," ujarnya. (eko)
Lanjut...

Merry dan Niko ikut Mizone 5K

DUA atlet atletik NTT yang saat ini dipersiapkan untuk PON XVII 2008 dipanggil oleh PB PASI untuk mengikuti kejuaraan nasional Mizone 5K di Jakarta, 18 Mei ini. Selain memenuhi undangan PB PASI, keikutsertaan Mery dan Niko juga untuk try out persiapan menuju PON XVII 2008. Demikian dikatakan Sekretaris Pelatda PON XVII NTT, Drs. Ary Mulyadi, M.Pd di Kupang, Sabtu (10/5/2008).

"Ada sepuluh atlet elite nasional putra dan sepuluh atlet elite nasional putri yang dipanggil oleh PB PASI untuk ikut kejuaraan ini. Para atlet ini selama ini sudah menjadi ikon Mizone, salah satu produsen peralatan olahraga, dan karena Mery dan Niko masuk dalam kelompok elite nasional, maka mereka juga dipanggil," jelas Ary Mulyadi.

Ary yang juga adalah pengurus Pengprop PASI NTT itu mengatakan bahwa karena keikutsertaan Mery dan Niko atas undangan PB PASI, maka semua tiket pesawat, akomodasi dan lainnya ditanggung PB PASI.

"Kita harapan keikutsertaan Mery dan Niko ini merupakan ajang try out atau ujicoba kesiapan mereka menjelang PON. Tak ada target, namun kita harapkan mereka bisa mencatat rekor yang tidak jelek untuk bisa dievaluasi lagi dalam masa persiapan menuju PON ini," jelas Ary.

Secara terpisah pelatih atletik NTT, Soleman Natoni mengatakan bahwa meski program latihan yang dilakukan Mery dan Niko belum mencapai puncaknya, namun ia tetap optimis mereka akan bisa bersaing. "Untuk juara, kita tidak bisa targetkan buat Mery dan Niko, tapi berdasarkan catatan prestasi di latihan, ada harapkan mereka akan bersaing dengan baik," ujar Soleman. (eko)
Lanjut...

Yanto Fallo: Impian Tertinggi

YANTO Fallo memang belum pernah merebut medali emas di arena Pekan Olahraga Nasional (PON). Pada PON XVII 2004, Yanto malah langsung kalah dipertandingan pertamanya saat berhadapan dengan Sertil Rumaropen di Palembang Sumatera Selatan. Kali ini, Yanto kembali menjadi andalan NTT untuk merebut medali di PON XVII 2008 yang akan digelar di Kalimantan Timur mulai 5 Juli ini.

Yanto mengincar medali emas, tapi itu bukan tujuan akhirnya. Mimpi tertinggi Yanto adalah memperkuat Indonesia di ajang internasional. Menjadi salah satu petinju terbaik kelas layang ringan (45 kg) di Indonesia, Yanto memang belum pernah dipanggil ke pelatnas apalagi memperkuat Indonesia. Tapi, dengan melempemnya prestasi tinju Indonesia di tingkat internasional, nama Yanto kini malah disebut-sebut akan menjadi andalan Indonesia di SEA Games 2008 ini. Hal inilah yang memotivasi lajang kelahiran SoE-TTS ini untuk berlatih serius menggapai impian itu.

"Saya selalu berusaha tampil maksimal. Saya memiliki mimpi yang belum tercapai, yakni memperkuat Indonesia di event internasional. Saat ini saya sedang berusaha untuk memberi bukti kepada PB Pertina bahwa saya bisa bersaing di Indonesia," ujar Yanto.

Yanto tidak sedang sesumbar. Paling tidak dengan medali emas yang direbutnya saat STE 2008 di Denpasara awal April lalu adalah bukti bahwa Yanto masih yang terbaik. Artinya, kalau pada PON XVII 2008 nanti di Kalimantan Timur, dia merebut medali emas, maka tidak ada lagi alasan bagi PB Pertina untuk tidak memanggil Yanto membela Indonesia. (eko)

Data Diri
Nama : Yanto Fallo
Lahir : SoE, 10 Juni 1985
Cabang : Tinju (45 kg)
Tinggi /Berat Badan : 157 cm/45 Kg
Agama : Kristen Protestan
Pekerjaan : Mahasiswa FKIP Unkris Kupang
Prestasi : Sarung Tinju Emas Riau 2006 (emas), Pra PON XVII 2008 (emas), Sarung Tinju Emas Bali 2008 (emas), Sarung Tinju Perak Papua 2005 (emas), Kejurnas Yunior 2002 (emas/ atlet terbaik), Kejurnas Yunior 2003 (emas/atlet terbaik), Udayan Cup 2002 (perak).
Lanjut...

Deni Hitarihun: Persembahan Terakhir

DI awal tahun 2000-an, nama Deni Hitarihun cukup ditakuti di ring tinju NTT. Usia yang masih muda kala itu, tidak membuat Deni takut dengan lawannya. Justru, karena kualtias yang dimilikinya, mantan penghuni PPLP NTT ini kemudian dipanggil masuk dalam Pelatnas PB Pertina di Jakarta.

Berbagai kejuaraan tingkat dunia mewakili Indonesia sudah berulang kali diikutinya. Namun, tahun 2003, Deni sempat berhenti dari ring tinju hingga akhir 2005. Dorongan berbagai pihak, kalau dia masih memiliki potensi, membuat Deny kembali ke ring tinju. Terbukti, Deni masih mampu. Dia tidak pernah pulang tanpa medali emas dari kejuaraan-kejuaraan tingkat nasional dan daerah yang diikutinya.

Tak heran kalau menuju PON XVII 2008 ini, Deni yang baru saja merebut medali emas kejuaraan Sarung Tinju Emas (STE) di Tabanan-Bali awal April itu kembali menjadi harapan. Impian agar tradisi hanya satu emas dari tinju di PON untuk terpecahkan kini ada di pundaknya.

Deni pun bukan tanpa target. Tak mau menyebut akan merebut medali emas, Deni ingin mempersembahkan prestasi terbaik di akhir kariernya. "Saya selalu berusaha untuk tampil maksimal. Doakan saya biar sukses," ujar Deni. (eko)

Data Diri
Nama : Deni Hitarihun
Lahir : Kupang, 12 Agustus 1980
Cabang : Tinju (48 kg)
Tinggi /Berat Badan : 162 cm/48 Kg
Agama : Kristen Protestan
Prestasi : Kejurnas Yunior 2002 (emas), Presiden Cup 2003 (perunggu), Pra PON XVII 2008 (perunggu), Sarung Tinju Emas 2008 (emas).
Lanjut...

Lena Keraba: Karena Pengalaman

MENJADI pemain paling senior di tim sepaktakraw NTT, Lena memang memikul beban berat. Bukan hanya memikul target merebut medali, tetapi dia juga harus menjadi motivator bagi rekan-rekannya.

Dengan segudang pengalaman nasional maupun internasional yang dimilikinya, Lena memang menjadi tulang punggung sepaktakraw NTT. Bisa menjadi tekong, Lena juga bisa menjadi apit kiri. Duakali memperkuat Indonesia di SEA Games menjadi bukti bahwa Lena cukup punya nama dalam sepaktakraw Indonesia. Tapi, Lena tidak mau terbebani dengan itu. Dia hanya ingin mengembalikan kejayaan sepaktakraw NTT sama seperti ketika merebut medali perunggu di PON XVI 2000 di Surabaya.

"Persaingan di PON akan berat. Daerah lain memiliki atlet-atlet yang cukup berkualitas dan sudah memiliki pengalaman di event-event internasional. Kami tidak akan terpengaruh mereka, karena kami memiliki misi tersendiri," ujarnya.

Lena tak ingin dibebani dengan target. Tapi dia tetap memiliki tekad untuk tampil menjadi yang terbaik. Bersama Ani Tkesnai, Febi Manu Bale, Yanti Laga Nawa dan Ruslina Dida, Lena yakin NTT tidak akan mengecewakan. (eko)

Data Diri
Nama : Lena Apriani Keraba
Lahir : Kupang, 22 April 1983
Cabang: Sepaktakraw
Tinggi/Berat : 166 cm/50 Kg
Prestasi: Pra PON XV 1999 (emas), PON XVII 2000 (perunggu), Kejurnas 2004 (emas), Kejurwil 2001 (perak), Kejurnas Mahasiswa 2005 (emas).
Lanjut...

Atlet NTT Siap Bertanding di PON 2008

PEKAN Olahraga Nasional (PON) XVII di Kalimantan Timur yang sebelumnya akan dibuka tanggal 6 Juli oleh Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono dimajukan ke tanggal 5 Juli. Saat ini, 47 atlet NTT dari cabang atletik, sepaktakraw, tinju, pencaksilat, kempo, taekwondo dan bermotor sudah siap bertanding.

Ketua Tim Pelatda PON XVII 2008, Drs. Hosea Dally kepada para atlet, pelatih, ofisial dan pengurus di Aula Hotel Cahaya Bapa, Senin (16/6/2008) malam, mengatakan harapannya agar para atlet dapat menjaga kesehatannya.

"Hasil latihan selama berbulan-bulan ini tidak akan bermakna apa-apa kalau anda tidak menjaga kesehatan dengan baik. Berlatih dan terus berdoa agar kemenangan bisa diraih," ujar Hosea Dally.

Hosea Dally pada kesempatan tersebut juga membeberkan hasil rapat KONI seluruh Indonesia dengan PB PON XVII tanggal 4-7 Juli di Balikpapan, Kalimantan Timur. Menurut Dally, kontingen NTT akan berangkat ke Kalimatan Timur tanggal 3 Juli di Kalimantan Timur. Usai pembukaan, katanya, langsung diadakan pertandingan dan perlombaan.

"Kontingen akan dipulangkan secara bertahap, karena sesuai ketentuan dari PB PON menyangkut akomodasi dan konsumsi, hanya ditanggung dua hari sebelum dan sesudah pertandingan masing-masing cabang olahraga. Artinya, kalau atlet dan pelatih masih mau di Kalimantan, maka biaya harus ditanggung oleh kontingen," jelasnya.

Cabang sepaktakraw, katanya, akan bertanding di Bontang, tinju di Tenggarong sedangkan pencaksilat, atletik, kempo, taekwondo dan bermotor di Samarinda.

"Untuk masalah akomodasi, konsumsi dan lain-lain itu adalah urusan kami para pengurus. Kami hanya berharap agar atlet dan pelatih berlatih dengan disiplin agar hasilnya bisa mengangkat nama NTT di tingkat nasional," tambahnya.

Sesuai jadwal yang dikeluarkan PB PON, Atletik dan sepaktakraw berlomba mulai 5 Juli, tinju 6 Juli, kempo 9 juli, sedangkan pencaksilat, taekwondo dan bermotor tanggal 10 Juli. (eko)
Lanjut...

Lola Blegur semakin Ringan

ADA Optimisme besar dalam diri Lola Blegur menghadapi PON XVII 2008 ini. Pemilik nama lengkap Marthin Junita Lalang Blegur ini ingin berbuat sesuatu untuk menambah deretan prestasinya. Untuk NTT, Lola adalah yang terbaik di kelas feather putri cabang olahraga taekwondo. Hanya mampu lolos hingga perempatfinal dalam pra PON XVII lalu, Lola kini memiliki keinginan untuk tampil lebih bagus saat PON nanti.Lewat latihan ketat, tiga kali sehari sejak tiga bulan terakhir, Lola mengaku kini dia makin ringan.

Tempaan-tempaan dari trio pelatih, John Kalle, Agus Petrusz dan Simron Lodorohi membuat Lola kini menjadi salah satu andalan cabang taekwondo meraih medali. Meski tidak ingin terbebani dengan target medali, dengan persiapan yang sudah dilakukannya, Lola yakin akan mampu bersaing.

"Saya tidak mau targetkan medali, tapi saya sudah yakin akan mampu bersaing. Kita lihat saja di lapangan nanti," ujarnya.

Lola tidak ingin sendirian menggapai prestasinya. Dia butuh dukungan teman-teman latihan, pelatih, orang tua dan seluruh masyarakat NTT. Dia sadar bahwa tantangan dari lawan-lawannya sangat berat untuk bisa mewujudkan impiannya. Tapi ada satu kelebihan dari Lola yang akan menjadi kekuatannya, yakni dia tidak ingin tersandung di batu yang sama. (eko)

Data Diri
Nama : Marthin Junita Lalang Blegur
Lahir : Kupang, 13 Maret 1985
Cabang : Taekwondo (Feather)
Tinggi / Berat : 165 cm/56 Kg
Prestasi: Kejurnas Mahasiswa 2005 (emas) dan berbagai kejuaraan tingkat
daerah.
Lanjut...

Fahmi Poles Agatha Trisnawati

PELATIH silat dari PB IPSI, Fahmi Wardi akan memoles atlet NTT yang lolos ke PON XVII 2008, Agatha Trisnawati. Fahmi Wardi melihat dan mengevaluasi dan memoles Agatha yang lolos di nomor jurus tunggal. Agatha saat ini belum bergabung di Pelatda PON XVII di Kupang dan masih berada di Maumere-Sikka di bawah asuhan pelatihnya, Yoseph Otu.

Fahmi Wardi didampingi pengurus PB IPSI asal NTT, Ferdy Amatae yang ditemui di Kupang, Senin (26/5/2008), mengatakan, dia akan langsung bergabung dengan Agatha di Maumere. "Saya belum pastikan berapa lama akan memoles Agatha, karena ini tergantung kemampuannya menerjemahkan instruksi yang saya berikan. Langkah pertama yang saya berikan adalah memberikan kesempatan untuk menunjukan kemampuannya. Setelah itu baru saya evaluasi dan berikan arahan-arahan," ujar Fahmi.

Fahmi yang juga adalah Wakil Sekretaris PB IPSI ini mengatakan bahwa pihaknya juga memberikan latihan yang sama kepada atlet PON XVII Jawa Barat, DKI Jakarta, Riau, Sumatera Utara, Bali dan lainnya. Tujuannya, kata Fahmi, adalah agar semua atlet jurus tunggal memiliki kesamaan gerak saat pertandingan. "Saya ingin agar semua atlet yang ikut PON memiliki kualitas yang sama, sehingga nantinya yang mentalnya siap dan rajin berdoa akan menjadi pemenang," ujar Fahmi.

Ferdy Amatae yang akan menjadi Ketua Pertandingan pada PON XVII 2008 itu mengakui bahwa NTT memang masih butuh pelatih berkualitas terutama untuk nomor tunggal. Mengirim Agatha berlatih ke daerah lain, kata Amatae, membutuhkan biaya yang besar, sehingga dengan menggunakan kedekatannya, PSSI NTT mendatangkan Fahmi Wardi.
"Persaingan untuk cabang silat di PON cukup berat, sehingga kita harus mengantisipasinya dengan latihan yang bagus. Mendatangkan Pak Fahmi akan memberikan nilai tambah, karena selain kualifikasinya sebagai pelatih internasional, dia juga akan menjadi wasit saat PON. Kita harapkan, Agatha bisa menyerap ilmu yang diberikan oleh Pak Fahmi dengan baik," ujar Ferdy yang adalah pengurus Bidang Bela Negara, PB IPSI itu. (eko)
Lanjut...

Rey Peringkat Kelima FIM Asian GP 2008

PEMBALAP NTT, Rey Ratu Kore yang mengusung nama Suzuki Pertamina Denso Junior Jakarta langsung nangkring di peringkat kelima klasemen sementara kelas underbone 155 cc Petronas FIM Asian Grand Prix 2008. Dalam lomba yang digelar di Sirkuit Sentul Jakarta, Minggu (27/4/2008, Rey masuk di posisi kesembilan sehingga berhasil mengantongi 18 point.

Peringkat pertama di kelas ini ditempati oleh Owie Nurhuda dari tim Suzuki Top-1 SHC Indoparts FDR Chia Felix. Owie yang di seri pertama ini masuk di finis pertama mengantongi 50 poin. Peluang Rey untuk mengejar posisi puncak masih sangat terbuka, karena seri Petronas FIM Asian Grand Prix ini masih menyisakan empat putaran.

Dalam lomba yang disiarkan langsung oleh Trans7 ini, Rey, yang start dari posisi 13 harus berjuang keras untuk masuk kelompok sepuluh besar. Di lap kedua, Rey berhasil masuk ke posisi 12. Berikutnya perlahan tapi pasti, Rey berhasil menyodok hingga posisi ke delapan. Namun, sebuah insiden terjadi di lap ketujuh yang mengakibatkan beberapa pembalap harus ke luar dari arena, membuat Rey tergusur di posisi kesembilan yang bertahan hingga finish.

Di kelas Supersport 600 cc, pembalap Suzuki IRC U Mild AHRS, M.Fadli mencatat sejarah baru di dunia balap Asia. Fadli sukses meraih poin tertinggi, yakni 45. Pada lomba ini, Fadli meraih point tertinggi yaitu 45 poin. Ini merupakan torehan sejarah baru di dunia balap motor internasional Indonesia di mana pembalap Indonesia menjadi juara seri di urutan pertama.

Pada dua race yang telah dilangsungkan, M.Fadli menjadi satu-satunya pembalap Indonesia yang bersaing dengan pembalap Jepang, Thailand dan Malaysia di lima besar. Ia berhasil menempati urutan kelima berturut-turut dalam lomba tersebut. "Kondisi motor saya di seri ini meski masih settingan standar namun beruntung bisa kompetitif, saya optimis di seri depan akan lebih baik berbekal pengalaman seri ini. Saya persembahkan untuk bangsa dan negara," kata Fadli. (dtc/eko)
Lanjut...

Fisik Atlet NTT Perlu Dibenahi Segera

HASIL tes fisik atlet NTT yang dipersiapkan untuk PON XVII 2008 di Kalimantan Timur yang dilaksanakan Sabtu (26/4/2008) dan Sabtu (3/5/2008), diumumkan. Tim teknis dari KONI Propinsi NTT menyimpulkan bahwa pada umumnya fisik atlet NTT masih kurang, sehingga harus ditingkatkan.

Koordinator tim teknis, Drs. Nurdin Badu, M.For, didampingi dua anggotanya, Drs. Lukas M Boleng, M.Kes dan Drs. Ary Mulyadi, M.Pd, kepada wartawan di Sekretariat KONI Propinsi NTT, Senin (5/5/2008), menjelaskan, dari 43 atlet yang mengikuti tes fisik, hanya ada enam atlet yang masuk kategori sangat baik. "Tes fisik ini meliputi beberapa item seperti push up, sit up, flexibility, shutle run, blepp test dan lari 30 meter, yang diberikan beda untuk tiap cabang olahraga. Dari hasil akumulasi penilaian berdasarkan skor yang kami pasang, rata-rata fisik atlet kita masih di bawah rata," jelas Nurdin.

Nurdin mengatakan, enam atlet yang fisiknya masuk dalam kategori sangat baik, yakni Ridwan Supoyo, Jason Hornay (taekwondo), Yanto Fallo, Deni Hitarihun, Abniel Daniel (tinju) dan Marshel Pah (kempo). "Ada beberapa atlet dari kempo, sepaktakraw dan taekwondo yang berada di kategori kurang dan ini sangat buruk dalam nuansa persiapan seperti ini. Hasil tes ini akan dibagikan kepada masing-masing pelatih untuk segera dievaluasi," jelas Nurdin.

Menurut Nurdin, Lukas dan Ary, dari hasil ini sangat jelas bahwa para pelatih harus menggenjot fisik para atletnya dalam masa latihan ini. Fisik, kata mereka, sangat penting bagi atlet kalau ingin berprestasi. "Sesuai program latihan dari masing-masing cabang, saat sekarang sudah harus masuk pra kompetisi. Untuk itu, kami akan sarankan kepada mereka agar di sela-sela latihan, mereka juga menggenjot fisik atletnya, sehingga benar-benar mencapai standart yang diharapkan. Sementara untuk mereka yang sudah masuk kategori sangat baik, seperi Yanto Fallo, porsi latihannya harus ditingkatkan, karena mereka sebenarnya sudah siap tanding," jelas Nurdin.

Terkait hasil ini, Nurdin mengatakan, pihaknya akan melakukan pendekatan terhadap para pelatih untuk menjelaskan kekurangan fisik atletnya. Selain itu, kata Nurdin, pada akhir Mei ini, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap fisik para atlet.

"Kami akan lakukan evaluasi lagi kepada para atlet pada akhir Mei untuk mengetahui sejauhmana kesiapan fisik dan teknik para atlet. Untuk itu, kami sangat berharap agar para pelatih benar-benar menerapkan pola dan program latihan yang sudah ada," kata Nurdin. (sipri seko)
Lanjut...

KONI Motivasi Atlet NTT

PELATIHAN Terpusat Daerah (Pelatda) PON XVII 2008 untuk atlet NTT saat ini memasuki bulan kedua. Tahu kalau target meraih prestasi minimal seperti PON XVI 2004 berat untuk dicapai, KONI NTT berusaha untuk terus memotivasi para atlet dan pelatih dalam masa persiapan ini.

"Seorang atlet harus terus berusaha untuk memotivasi dirinya menuju prestasi. Dalam latihan, dia harus memiliki target untuk meningkatkan kualitas dirinya. Jangan berharap akan mencapai prestasi besar kalau latihannya malas dan tidak sesuai program yang sudah dibuat pelatih. Dengan berbagai cara, kami terus berusaha untuk memotivasi para atlet agar berlatih dengan keras," kata Ketua Harian KONI NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si, di sela-sela makan bersama atlet NTT untuk PON XVII 2008 di Hotel Cahaya Bapa, Kupang, Rabu (7/5/2008).

Esthon mengatakan, keseriusan untuk berlatih yang ditunjukkan atlet-atlet NTT adalah sebuah modal besar untuk mencapai target. Namun, katanya, selama dua bulan terakhir ini, para atlet harus benar-benar terus mempertahankan performanya dan harus terus ditingkatkan. "Berdasarkan pantauan dari KONI dan tim teknis, ada sebuah keseriusan yang ditunjukkan atlet-atlet kita untuk berlatih. Ini cukup menggembirakan, namun kami tetap berharap agar mereka jangan cepat puas atau lelah berlatih yang nantinya bisa menurunkan motivasi dirinya," ujar Esthon.

Secara terpisah, koordinator tim teknis, Drs. Nurdin Badu, M.For, mengatakan, saat ini para atlet sedang memasuki tahap pra kompetisi. Untuk itu, kata Nurdin, para pelatih harus terus mengevaluasi tingkat pencapaian program yang sudah dibuat.

"Untuk menuju sebuah prestasi, para pelatih harus terus memantau perkembangan fisik, teknik dan strategi para atlet yang dijabarkan dalam program kepelatihan. Program juga harus dievaluasi sehingga kita bisa tahu apa grafiknya sudah mencapai titik yang diharapkan atau belum. Dari hasil pantauan kami, ada perkembangan yang cukup bagus dari atlet-atlet kita," jelas Nurdin. (sipri seko)
Lanjut...

Melly Singkirkan Ofir Faot

PETINJU wanita asal Pertina Belu, Melly Beteseran berhasil mengalahkan petinju TTS, Ofir Faot dalam seleksi petinju PON XVII 2008 yang diadakan Pengprop Pertina NTT di Sasana Pertina NTT di Kupang, Senin (21/4/2008). Dengan kemenangan ini, Melly langsung menggantikan posisi Ofir Faot di tim NTT untuk PON XVII.

Ajang seleksi tersebut disaksikan oleh Danrem 161/Wirasakti Kupang, Kolonel (Inf) Winston Pardamean Simanjuntak, Ketua Binpres KONI Propinsi NTT, Drs. Hosea Dally, Ketua Harian Pertina NTT, David Radja, tim teknis PON XVII 2008, para pelatih dan atlet tinju.

Sekretaris Pengprop Pertina NTT, Samuel Haning mengatakan bahwa tinju untuk PON XVII lolos bukan berdasarkan nama, tetapi kelas. Untuk itu, kata Samuel Haning, pihaknya perlu menyeleksi beberapa petinju agar mendapatkan yang terbaik untuk mewakili NTT.

Tim pelatih NTT, Yusuf Naragale, Max Oil dan David Hari yang mengomentari hasil tersebut, mengatakan, keputusan sepenuhnya ada di tangan Pengprop Pertina NTT. "Seleksi dimaksudkan untuk mendapatkan petinju yang terbaik. Karena Melly mengalahkan Ofir, maka dia yang berhak mewakili NTT. Meski demikian, penetapan Melly masuk tim PON NTT akan melalui SK dari Pengprop Pertina," jelas Naragale.

Mengenai prospek prestasi Melly, Naragale mengatakan, Melly merupakan petinju muda yang sangat potensial. "Melly sangat berbakat. Dengan sisa dua bulan ini, saya yakin akan mampu membentuk Melly menjadi petinju yang bagus," ujar Naragale.

Secara terpisah, pelatih tinju asal Belu, Yortam, tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Sejak diundang untuk mengikuti seleksi ini, Yortam mengaku sangat yakin kalau anak asuhnya akan lolos. "Waktu kami menerima undangan untuk ikut seleksi, saya yakin kalau Melly akan lolos. Sehingga meski dengan dana pribadi, kami datang ke Kupang. Saya tahu bahwa Melly berkualitas, sehingga saya yakin dia tidak akan mengecewakan NTT," ujarnya.

Dengan hasil ini, maka dari tim tinju NTT, untuk wanita yang lolos, yakni Getrudis Taek, Melly Beteseran dan Dewi Mamoh. Sementara petinju putra, yakni Yanto Fallo, Deni Hitarihun, Atris Neolaka, Yohanes Ndolu dan Abniel Daniel. (eko)
Lanjut...

Papu Barat Kalahkan PSKK 3-2

TIM Papua Barat untuk PON XVII 2008 mengalahkan PS Kota Kupang (PSKK) 3-2 dalam laga ujicobanya di Lapangan Polda NTT, Rabu (23/4/2008). Tiga gol Papua Barat dicetak oleh Ilham, Patrick dan Gery, sedangkan gol PSKK dicetak oleh Alderon dan Decky Kadja.
Dalam pertandingan yang dipandu Alberth Lisnahan ini, PSKK bermain cukup baik. Diperkuat beberapa 'pemain luar' seperti, Frans Sabon, Tadeus Wala, Thomas Gotha (PSN Ngada), Decky Kadja (Rote Ndao) dan Hery Nuwa (Perss SoE), PSKK bermain sangat disiplin. Namun, ketenangan yang ditunjukkan pemain-pemain Papua Barat membuat mereka lebih menguasai permainan.

Terbukti, kerja sama yang baik dari sayap membuat Ilham mampu mengirim umpan kepada Patrick untuk manaklukkan Dody Lisnahan ketika pertandingan belum genap sepuluh menit. Aksi brilian yang dilakukan Ilham kembali membuahkan gol beberapa saat kemudian.

Keunggulan 2-0 dari Papua Barat ini membuat PSKK berusaha menekan dengan memasukan Ferdy Pere menggantikan Hengky Patiwael. Pertandingan menjadi menarik, karena aksi-aksi yang dilakukan Tadeus Wala berhasil memancing pemain-pemain Papua untuk bermain keras. Hal ini membuat anak-anak asuhan Paul Cumming ini kehilangan konsentrasi menyusul dikeluarkannya kartu kuning untuk beberapa pemainnya dari Alberth Lisnahan. Dan, menjelang turun minum, Alderon membuat penonton bersorak dengan sebuah gol indahnya.

Babak kedua seharusnya menjadi milik PSKK. Berawal dari gol cepat Decky Kadja ketika pertandingan baru berjalan dua menit, anak-anak Papua Barat seperti tertekan. Buktinya, Patrick Wanggai harus menerima kartu kuning keduanya di pertandingan ini setelah dengan sengaja menendang wajah pemain PSKK, Marcel Bitol. Meski demikian, keunggulan jumlah pemain tidak membuat PSKK mendominasi permainan. Gery yang bermain sangat gemilang berhasil mencetak gol ketiga Papua Barat setelah melewati hadangan empat pemain PSKK.

Kedudukan 3-2 untuk Papua Barat bertahan hingga pertandingan usai. Pada, Jumat (25/4/2008), Papua Barat dan PSKK akan melakukan pertandingan ulang. (eko)
Lanjut...

NTT Siap Pertahankan Prestasi PON 2004

BERANGGOTAKAN 47 orang atlet dari cabang kempo, tinju, pencaksilat, atletik dan sepaktakraw saat ini tengah mengikuti pemusatan latihan tahap kedua di Kupang. Melihat persiapan yang dilakukan, KONI NTT mengatakan tekad untuk mempertahankan prestasi PON XVI 2004 yakni merebut delapan medali emas, empat perak dan empat perunggu.

Demikian Ketua Harian KONI NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si dalam rapat dengan pengurus cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota di Hotel Cahaya Bapa-Kupang, Kamis (17/4/2008). "Target ini realistis, meski cukup berat. Para atlet dan pelatih agar mempersiapkan diri lebih baik," ujar Esthon.

Esthon mengharapkan dukungan dari KONI kabupaten/kota terhadap atet yang mewakili NTT. "Saya harap KONI kabupaten/kota asal atlet harus mengambil peran dalam PON 2008. KONI kabupaten/kota bisa menyiapkan uang saku atau rangsangan dan bisa hadir di arena PON untuk memberikan dukungan langsung saat mereka bertanding," kata Foenay.

Foenay juga mengimbau agar para pengurus cabang olahraga dan KONI kabupeten/kota agar membenahi organisasi. Pembenahan organisasi sangat penting demi peningkatan prestasi, apalagi pada tahun 2009, POR Daratan akan digelar. Untuk POR Daratan, Esthon mengharapkan agar Belu (tuan rumah Pordat), Rote Ndao (Pordasar) dan Sikka (Pordafta) sejak dini merancang anggaran maupun sarana pendukung lainnya.

Wakil Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya pada kesempatan tersebut juga menegaskan pentingnya tertib administrasi bagi pengurus olahraga. "Organsisai olahraga termasuk KONI kabupaten/kota yang belum berjalan bagus harus segera dibenahi. Kita masih sering mengabaikan hal ini karena selalu beranggapan bahwa olahraga itu hanya ada di arena pertandingan. Kalau organisasi bagus, prestasi juga pasti akan bagus," ujarnya.

Lebu Raya mengharapkan agar semua pihak menghargai prestasi para atlet, meski jumlahnya sangat kecil. "Terkadang kita tidak tahu bagaimana perjuangan para atlet untuk menjadi juara. Pertanyaanya adalah, apa penghargaan yang sudah kita berikan kepada para atlet. Banyak di antara kita yang hanya menuntut atlet menjadi juara, tanpa melihat apa kebutuhannya. Bahkan, untuk menjemput mereka di bandara saat pulang bertanding pun tidak. Saya mau menantang kita semua untuk membuat kesepakatan tentang kepedulian mencapai dan menghargai prestasi," kata Lebu Raya. *

Bonus Untuk Tinju dan Atletik

PRESTASI atlet-atlet tinju NTT pada kejuaraan Sarung Tinju Emas (STE) awal bulan ini di Tabanana-Bali mendapat perhatian dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT. Yanto Fallo, Deni Hitarihun, Atris Neolaka dan Abniel Daniel yang merebut medali emas masing-masing menerima Rp 1 juta. Selain tinju, Dispora juga memberikan bonus kepada atlet atletik PPLP NTT, Afriana Paijo dan Sarce Nenokeba yang merebut medali emas dan perunggu pada Kejurnas Atletik Yunior dan Remaja awal bulan lalu.

Bonus diserahkan Wakil Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya di Hotel Cahaya Bapa-Kupang, Kamis (17/4/2008). Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si, Kadispora NTT, Drs. Muhammad S Wongso, pengurus KONI Propinsi, Kabupaten/Kota dan cabang olahraga di NTT.
"Prestasi atlet-atlet ini harus dihargai, meski hanya sedikit. Berikan terus dukungan bagi mereka agar keharuman nama NTT terus berkumandang di Indonesia," ujar Lebu Raya.
Muhammad Wongso mengatakan, keempat petinju yang merebut medali tersebut adalah atlet PPLP binaan Dispora NTT. "Mereka adalah jebolan atlet-atlet PPLP NTT, sehingga kami sebagai pengelola juga ikut merasa bangga. Kalau saja ada PPLM, mungkin perhatian akan menjadi lebih, namun karena anggaran belum mencukupi, maka untuk saat ini belum terakomodir," ujar Wongso.

Kepada wartawan usai menerima bonus tersebut, Yanto, yang mewakili rekan-rekannya mengucapkan terima kasih. Yanto mengatakan dukungan seperti menambah motivasi mereka untuk meraih prestasi lebih tinggi. "Ini menjadi motivasi bagi kami untuk lebih siap," ujarnya. (eko)
Lanjut...

45 Taekwondoin NTT Lulus Ujian

SEBANYAK 45 dari 46 taekwondoin Pengurus Propinsi (Pengprop) Taekwondo Indonesia (TI) NTT lulus ujian kenaikan sabuk hitam (Dan) tingkat nasional. Ujian ini dilaksanakan di Aula Gereja Santu Yoseph Naikoten II Kupang, 11-13 April lalu.

Seksi Dokumentasi dan Humas Panitia Ujian Kenaikan Tingkat Pengprop TI NTT, Laurens Yohanes Boreel atau Tete Boreel, mengatakan hal itu saat mendatangi Redaksi Pos Kupang, Rabu (16/4/2008) pagi.

Dikatakannya, ujian tingkat nasional ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Kupang sejak Pengprop TI NTT berdiri 17 tahun lalu. "Ujian ini digagasi oleh seorang anggota panitia, Hans Ngongo Dan IV Kukkiwon/Internasional. Gagasan Hans Ngongo ini didukung oleh teman-teman panitia lainnya sehingga sepakat mendatangkan penguji tingkat nasional, yakni Mr. Yoyo Suryadi dan Suwandi (Dan IV Kukkiwon) dari Jogyakarta," kata Tete.

Peserta ujian kenaikan tingkat ini, jelas Tete, masing-masing dari Belu 19 orang, Sumba Timur dua orang, Sikka satu orang, Pelatda PON tujuh orang, Kupang 13 orang dan TTU empat orang.
Tete mengharapkan dukungan Pengprop TI NTT untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya sehingga TI NTT bisa maju. "Selama ini, ujian semacam ini dilaksanakan di luar NTT sehingga membutuhkan biaya yang sangat besar," kata Tete.*

Rincian Peserta Ujian Kenaikan Tingkat:
* Geup I ke Dan I 38 orang
* Dan I ke Dan II 1 orang
* Dan II ke Dan III 7 orang
* Yang lulus 45 orang
* Tidak lulus 1 orang
* Peserta terbaik: Fernando da Silva dan Gatot Rulyanto (Belu).
Lanjut...

Atletik NTT Tambah Dua Atlet ke PON 2008

PENGURUS Besar PB PASI (atletik) akhirnya menerbitkan keputusan tentang jumlah atlet yang akan berlaga pada PON XVII 2008. Dari 300 orang atlet yang ditetapkan tersebut, NTT menambah dua orang atletnya, yakni Niko Silla (lari) dan Tersiana Riwu Rohi (jalan cepat) mendampingi Mery Paijo dan Adriana Waru yang sudah lebih dulu lolos. Demikian diinformasikan oleh Ketua Komisi Data dan Prestasi Pengprop PASI NTT, Ary Mulyadi di Kupang, Selasa (4/3/2008).

"Keputusan dari PB PASI ini adalah final dan tidak bisa dirubah lagi. Sejak kualifikasi lalu, sebenarnya sudah diketahui bahwa Niko dan Tersiana lolos ke PON, namun karena belum ada SK dari PB, maka PASI NTT belum berani mengumumkannya. Saya mau jelaskan bahwa Tersiana dan Niko lolos bukan atas dasar kuota dari PB PASI, tetapi karena mereka berprestasi. Niko dan Tersiana sama-sama merebut medali perunggu saat pra PON. Jadi kedua atlet ini benar-benar lolos karena prestasi di kualifikasi dan bukan karena jatah apalagi kuota dari PB," jelas Ary Mulyadi.

Mengenai persiapan Niko dan Tersiana, Ary Mulyadi mengatakan bahwa keduanya sangat siap. "Sejak awal tahun 2008 ini, Niko dan Tersiana sebenarnya sudah berlatih bersama Mery dan Adriana di bawah asuhan pelatih Pelatda PON. Artinya, dari sisi kesiapan tidak ada masalah, karena mereka sudah berlatih sesuai program pelatihan yang ada," jelasnya.

Ary yang juga Sekretaris Tim Pemantau Pelatda PON XVII 2008 itu, mengatakan, dengan lolosnya Niko dan Tersiana berarti jumlah atlet NTT yang lolos menjadi 47 orang.

Untuk diketahui, Tersiana Riwu Rohi adalah pemegang rekornas nomor jalan cepat 20 Km yang dicatatnya sejak tahun 2001 lalu. Sementara Niko Sila pada awal Desember 2007 lalu menempati posisi kedua tingkat Asia Tenggara dalam kejuaraan marathon di Singapura. **
Lanjut...

Pelatda NTT Harus Dibenahi

BERDASARKAN hasil pantauan tim teknis dan pemantau, pelaksanaan pemusatan latihan daerah (Pelatda) PON XVII 2008 harus dibenahi. Pembenahan harus dilakukan baik dari sisi teknis maupun sarana prasarana latihan. Hal tersebut terungkap dalam rapat evaluasi tim pemantau Pelatda PON XVII 2008 di Sekretariat KONI NTT di Kupang, Selasa (26/2/2008). Rapat dipimpin Ketua Tim Pemantau, Drs. Hosea Dally dihadiri para anggota, Drs. Nurdin Badu. M.For, Drs. Lambert Tukan, MM, Ary Mulyadi, Sipri Seko dan Marthen Luther Bana.

Menurur Hosea Dally, hal-hal teknis yang perlu dibenahi adalah program latihan para pelatih cabang olahraga yang belum teratur dan lainnya. Sementara yang harus dilengkapi, kata Dally, adalah peralatan latihan, tempat latihan dan sparing partner. "Ada beberapa cabang olahraga yang program latihannya tidak jelas. Ada yang punya program latihan, namun pelatihnya tidak tahu menerjemahkannya," katanya.

Sementara mengenai peralatan latihan, menurut Hosea Dally, hampir semuanya sudah tidak memadai. Ia menyebutkan bahwa hampir semua cabang masih menggunakan peralatan manual, padahal di event nasional, semuanya sudah menggunakan teknologi dengan sistem digital. "Di tinju misalnya, mereka mengeluh karena perlengkapan yang dipakai sudah tidak layak lagi. Sementara di atletik, mereka tidak memiliki lintasan untuk berlatih karena Stadion Oepoi sementara dalam rehabilitasi," kata Dally.

Sementara untuk sparing partner, kata Dally, yang harus diperhatikan bukan saja kelayakannya, namun kesejahteraannya. "Bagaimanapun semua atlet harus memiliki sparing partner. Pertanyaan mereka adalah, apakah mereka juga mendapatkan multivitamin, uang transport dan lainnya atau tidak," kata Dally.

Terkait hal tersebut, kata Dally, tim pemantau akan mengadakan pertemuan dengan Pengurus KONI NTT dan pelatih cabang olahraga di Sekretariat KONI, Kamis (28/2/2008). "Ada beberapa rekomendasi yang akan kami ajukan. Rekomendasi-rekomendasi ini konsekuensinya adalah tambahan dana, namun kalau ingin berprestasi, saya pikir Pemprop NTT harus menambah alokasi dananya. Kita tidak bisa menuntut prestasi dalam keadaan seperti ini," tegas Dally. (eko)
Lanjut...

Afriana Dipanggil PB PASI

SETELAH kakaknya, Mery Paijo, atlet PPLP NTT, Afriana Paijo dipanggil PB PASI untuk bergabung dalam Pelatnas di Jakarta. Afriana dan sepuluh atlet lainnya dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan atletik yunior tingkat Asia di Jakarta bulan Juni nanti. Demikian Wakil Sekretaris Umum KONI Propinsi NTT, Eduard Setty di Kupang, Rabu (6/2/2008).

Menurut Setty, sebelas atlet yang dipanggil PB PASI adalah yang terbaik di nomornya. Afriana, kata Setty, akan berlomba di nomor lari 5.000 meter. "Sesuai surat dari PB PASI, Afriana Paijo akan berlomba untuk nomor 5.000 meter. Sebelas atlet yang dipanggil akan dilatih dalam Pelatnas di Jakarta dan Pangalengan, Jawa Barat sesuai spesialisasinya," jelas Setty.

Menurut Setty, sebelas atlet yang terpilih meraih hasil terbaik dalam beberapa kejuaraan resmi yang masuk kalender PB PASI. Afriana, kata Setty, memecahkan rekornas Kejurnas Antar-PPLP di Papua tahun 2007 dan meraih medali emas di kejuaraan Asian School Athletic Championship di Jakarta. "Afriana diminta segera bergabung dengan atlet lainnya paling lambat pekan ini. Karena dia adalah atlet binaan PPLP NTT, maka kami masih melakukan koordinasi dengan Dispora sebagai pembina," jelas Setty.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTT, Drs. Muhammad Wongso melalui Kasie Olahraga, Ari Mulyadi yang dihubungi mengatakan siap untuk mengirim Afriana ke Pelatnas. Namun, katanya, Dispora NTT masih akan melakukan konfirmasi dengan PB PASI untuk mengetahui konsekuensi lanjutan dari pengiriman Afriana. "Ada harapan agar Afriana masuk dalam Pelatnas jangka panjang. Ini baik untuk pembinaan," ujarnya.*
Lanjut...

Belu Taklukkan Timor Leste

SEBANYAK 15 atlet dan tujuh ofisial Persatuan Bulutangkis Indonesia Timor Leste (PBITL) pada tanggal 1-2 Februari 2008 menggelar pertandingan persahatan dengan atlet bulutangkis dari Kabupaten Belu, NTT. Dalam laga persahabatan itu, Belu menaklukkan Timor Leste.

Ditemui di Atambua, Selasa (5/2/2008), Ketua Pengcab PBSI Kabupaten Belu, dr. Edi Usboko menjelaskan, pembinaan olahraga bulutangkis secara teratur baru dilakukan pengusaha dan staf kedutaan RI di Timor Leste. Pengusaha dan karyawan Kedubes RI di Dili hampir setiap saat melakukan kegiatan olahraga bulutangkis.

"Dari situlah mereka sepakat membentuk wadah yang diberi nama Persatuan Bulutangkis Indonesia Timor Leste yang disponsori Duta Besar Indonesia untuk RDTL. Pengurus PBITL menyurati Pengcab PBSI Belu untuk menggelar pertandingan persahabatan di Atambua selama dua hari di Gedung Romey Theater," jelas Usboko.

"Dari RDTL sebanyak 22 orang terdiri dari 15 atlet dan tujuh ofisial. Dalam pertandingan itu dibagi dalam dua tim. Pada laga perdana tim dari RDTL melawan tim gabungan dari Belu dan tim Belu memenangkan pertandingan. Dalam laga berikutnya dengan lima pertandingan juga dimenangkan tim tuan rumah," tambahnya.

Menurut Usboko, kegiatan persahabatan oleh tim PBITL ini sebagai ajang pembelajaran karena mereka berencana menggelar kompetisi setiap tiga bulan sekali di RDTL. Selain itu, katanya, akan digelar turnamen bulutangkis tingkat nasional di Dili, ibukota RDTL dalam rangka hari ulang tahun kenegaraan pada November 2008. *
Lanjut...

NTT Kirim Petinju ke STE 2008

PENGURUS Propinsi (Pengprop) Pertina NTT dipastikan akan mengirim petinju mengikuti kejuaraan Sarung Tinju Emas (STE) di Denpasar-Bali, akhir Maret ini. Para petinju yang dikirim terdiri dari dua wanita dan tujuh laki-laki. Demikian diungkapkan Sekretaris Pengprop Pertina NTT, Samuel Haning, S.H, M.H, saat dihubungi di Kupang, Senin (11/2/2008).

Menurut Haning, sesuai keputusan PB Pertina, petinju putra NTT yang direkomendasikan ke STE adalah Robinson Djo, Atris Neolaka, Gordon Lehi Mabileni, Yanto Fallo, Deni Hitarihun, Yohanes Ndoli dan Abniel Daniel. Sementara dua petinju wanita, yakni Ofir Faot dan Dewi Mamoh. Selain Robinson Djo dan Gordon Mabileni, kata Haning, petinju yang dikirim adalah yang akan mewakili NTT di PON XVII 2008 di Kalimantan Timur.

Untuk diketahui, Robinson Djo saat ini bergabung di pelatnas jangka panjang Ragunan Jakarta. Robinson pada tahun 2007 lalu dikirim oleh PB Pertina untuk berlatih di Kuba selama enam bulan. Sementara Gordon Mabileni adalah peraih medali emas kejurnas yunior 2006. Peserta STE sesuai ketentuan PB Pertina, kata Haning, adalah semifinalis kejuaraan nasional atau pernah mewakili Indonesia ke luar negeri.

"Bagaimanapun juga NTT harus mengirim atlet ke STE. STE adalah satu-satunya ajang bagi kita untuk try out menjelang pelaksanaan PON, sehingga ajang ini akan dijadikan ujicoba kemampuan petinju kita," kata Haning.

Mengenai persiapan, kata Haning, para atlet saat ini sudah bergabung dalam pemusatan latihan daerah (Pelatda) PON XVII 2008, sehingga tidak ada persoalan. "Semua atlet yang lolos PON harus siap untuk ajang ini. Kemampuan mereka akan diuji sebelum bertarung di PON, sehingga kami akan meminta mereka untuk berlatih dengan serius," tegas Haning.

Salah seorang atlet NTT, Yanto Fallo yang ditemui mengaku sangat siap bertarung di STE. "Kami sudah berlatih dengan keras, namun kalau tidak ada ajang try out, maka akan sia-sia. Dari STE ini, saya bisa tahu kekuatan lawan di PON," ujar Yanto yang sudah menyumbang satu emas dan dua medali perunggu untuk NTT dari ajang STE. *
Lanjut...

Mery Sudah Bergabung di Pelatnas

ATLET Pengprop PASI NTT, Mery Paijo, yang didampingi pelatihnya, Frans Sales, mulai Senin (11/2/2008), sudah bergabung di Pelatnas Atletik di Jakarta. Mery Subardi dari Jawa Tengah dibawa bimbingan Frans Sales akan mewakili Indonesia dalam kejuaraan atletik nomor marathon di Hongkong.

Administrator Pengprop PASI NTT, Eduard Setty, di ruang kerjanya, Senin (11/2/2008), mengungkapkan bahwa, Mery dan Frans Sales lebih cepat bergabung di Jakarta karena jadwal kejuaraan di Hongkong dimajukan. Semula, kata Setty, kejuaraan tersebut akan digelar 3 Maret, namun panitia memajukannya menjadi 27 Februari 2008.

"Tidak ada masalah dengan kesiapan Mery dan Frans Sales. Keduanya sudah bergabung di Jakarta. Ada harapan Mery bisa memperbaiki prestasinya, sehingga dia bisa memetik hasil maksimal di PON XVII 2008 nanti," kata Setty.

Untuk diketahui, Mery Paijo dan Adriana Waru akan mewakili NTT di PON XVII 2008 yang akan digelar di Kalimantan Timur bulan Juli 2008. Di PON XVII, selain nomor Marathon, Mery juga akan berlomba untuk nomor 10.000 dan 5.000 meter.

Pada kesempatan Setty juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini PB PASI belum mengeluarkan surat keputusan mengenai atlet-atlet yang akan bertanding di PON XVII. Dari kuota 300 atlet, kata Setty, saat ini masih lebih dari seratus jatah yang belum ditentukan.
"Kalau penentuannya berdasarkan rangking saat kualifikasi, maka NTT bisa menambah tiga atlet lagi, yakni Niko Sila, Tersiana Riwu Rohi dan Silvester Kolloh," kata Setty. *
Lanjut...

Futsal Diramaikan Kelompok Wanita

TURNAMEN futsal antar-klub se-Kota Kupang, Suzuki Flexi Platina Dispora (SFPD) Cup 2008 yang akan digelar di GOR Flobamora Kupang, 2 Februari mendatang bakal menarik. Pasalnya, panitia dari Mitra Sportindo Event Organizer juga akan mempertandingkan kelompok wanita, meski hanya sebatas eksebisi. Demikian diungkapkan Pimpinan Mitra Sportindo Event Organizer, Pieter Fomeni di Kupang, Kamis (17/1/2008).

"Berdasarkan usulan dari dispora bahwa futsal juga digemari oleh wanita, maka kami akan mengakomodirnya. Namun, pertandingan ini mungkin hanya sebatas eksebisi atau ujicoba karena timnya akan dibatasi," jelas Pieter.

Mengenai kategori putra, menurut Pieter, hingga hari Kamis sudah 60 klub dari target 64 klub yang mendaftar. "Sudah 60 klub yang mendaftar ke Mitra Sportindo maupun Platina Komputer. Namun, karena ada yang masih sebatas mendaftar tapi belum menyelesaikan persyaratan administrasinya, kami beri batas waktu sampai satu minggu ke depan untuk menyelesaikannya, karena masih banyak klub yang antre," jelas Pieter.

Menurut Pieter, turnamen futsal SFPD Cup 2008 ini digelar terbuka untuk masyarakat Kota Kupang, karena tujuan utamanya adalah sosialisasi. "Bersama para sponsor, kami ingin semua masyarakat Kota Kupang terlibat dalam turnamen ini. Karena, semakin banyak orang tahu tentang futsal maka akan semakin mencintainya sehingga untuk pembinaannya menjadi olahraga yang berprestasi tidak sulit lagi," ujarnya. (eko)
Lanjut...

Alex Bajawa lawan Youngyuth

PETINJU kebanggaan NTT asal Bajawa, Ngada, Alex Bajawa akan melawan Adam Youngyuth (Thailand) dalam partai tambahan mengiringi tarung wajib antara juara dunia kelas bulu WBA, Chrisjon melawan Roinet Caballero dari Panama di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (26/1/2008).
Selain Alex, tiga partai tambahan lainnya, yakni Angky Angkota (Indonesia) melawan Tingting Epura (Filipina) dan Andre melawan Samsedo (Australia) dan di kelas berat bakal mempertemukan petinju Australia melawan Selandia Baru yang belum diketahui namanya.
Demikian Chrisjon ketika dihubungi dari Semarang, Jumat (18/1/2008). "Saya tidak tahu, apakah saya tampil paling akhir atau di sela-sela pertarungan partai tambahan," kata petinju yang dijuluki The Dragon itu.

Selain empat partai tambahan, tarung wajib Chrisjon melawan Caballero akan diisi konser musik Anggun Cipta Sasmi, penyanyi Indonesia yang sudah melanglang buana ke luar negeri. Dari Indonesia penyanyi Tua-Tua Keladi ini akan konser di Perancis.

Setelah beberapa hari berlatih di Sasana Mirah Boxing Banyuwangi, Chrisjon saat ini berlatih di Sasana Mirah Boxing Bali pimpinan Zainal Thayib. "Saya bertolak ke Jakarta hari Sabtu (19/1/2008), dan masih ada sisa waktu sekitar satu minggu untuk persiapan sebelum naik ring melawan Caballero," katanya.

Ketika ditanya konsentrasi latihan di Jakarta, suami mantan atlet wushu Jateng, Anna Maria Megawati itu mengatakan, selama di Jakarta, dia akan konsentrasi untuk penyesuaian cuaca dan penurunan berat badan. Ia menyebutkan, berat badannya sekarang antara 61-62 kilogram. "Saya harus menurunkan berat badan dua hingga tiga kilogram untuk mencapai berat ideal di kelas bulu," katanya.

Pertarungan terakhir yang dilakoni Chrisjon untuk mempertahankan gelar yang direbut tahun 2003 adalah melawan petinju Jepang, Zaiki Takemoto di Kobe, Jepang, 19 Agustus 2007. Tarung wajib terakhir adalah melawan petinju Venezuela, Jose Che Rojas di Jakarta 3 Maret 2007. (ant)
Lanjut...

Posted in Label: | 0 komentar Link ke posting ini

Prioritas Kesehatan dan Fisik Atlet

UNTUK tahap pertama Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON XVII 2008, KONI Propinsi NTT memusatkan perhatiannya pada masalah kesehatan dan fisik atlet. Setelah dua pekan lalu para atlet diperiksa kesehatannya, maka untuk dua minggu ke depan fokus pada ujicoba ketahanan fisik. Hal tersebut terungkap dalam rapat evaluasi pelaksanaan Pelatda di Sekretariat KONI Propinsi NTT, Sabtu (19/1/2008).

Rapat tersebut dipimpin Ketua Tim Teknis Pelatda, Drs. Hosea Dally. Hadir juga Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si, anggota tim teknis dan pelatih cabang kempo, atletik, pencaksilat, sepaktakraw dan taekwondo. Sementara tim pelatih cabang tinju tidak hadir.

"Sesuai hasil rekomendasi dari tim dokter RSU Johannes Kupang, ada beberapa atlet yang perlu mendapatkan perhatian serius. Okelah kalau saat ini belum ada keluhan dari mereka, namun rekomendasi dari dokter harus terus diawasi. Artinya, kalau mereka merasa pusing atau sakit saat latihan, berikan dia kesempatan istirahat sampai benar-benar pulih. Sementara untuk masalah fisik, tim teknis harus selalu berkonsultasi dengan tim pelatih, karena setiap cabang memiliki perbedaan. Latihan fisik untuk nomor seni tidak sama dengan perkelahiran bebas atau permainan," ujar Esthon.

Hosea Dally mengatakan tim teknis menyerahkan sepenuhnya masalah kepelatihan kepada tim pelatih tiap cabang. Namun, kata Dally, mereka akan terus memantau pelaksanaannya sesuai jadwal dan program latihan yang sudah disusun tiap cabang. "Berdasarkan pengalaman, banyak atlet kita yang berprestasi meski dari sisi medis tidak layak. Tapi, itu jangan jadi patokan kita untuk tidak memperhatikan atlet kita yang direkomendasikan mengalami gangguan. Secara keseluruhan, tidak ada yang sangat prinsip terhadap masalah kesehatan para atlet," ujar Hosea Dally.

Mantan Bupati Alor ini sempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap tim pelatih tinju yang tidak hadir tanpa pemberitahuan. Kehadiran pelatih dalam rapat evaluasi, kata Dally, sangat penting untuk memberi masukan terhadap semua kejadian dalam latihan. "Kami akan memberikan surat resmi kepada tim pelatih tinju untuk lebih disiplin. Disiplin yang baik dari seorang pelatih akan berpengaruh pada atletnya. Kami akan tegas mengenai hal ini," kata Dally. (eko)
Lanjut...

NTT Menuju PON 2008 (2)

Oleh wartawan Pos Kupang, Sipri Seko
GEBRAKAN yang dilakukan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur (Pemprop Kaltim) untuk mempromosikan daerahnya harus diacungi jempol. Tak tanggung-tanggung mereka mengajukan penawaran ke KONI Pusat untuk menanggung semua biaya penyelenggaraan termasuk akomodasi dan konsumsi peserta bila ditunjuk menjadi tuan rumah.

Sukses memperjuangkan impiannya menjadi tuan rumah, Kaltim terus melakukan manuvernya. Sukses menjadi tuan rumah, mereka juga ingin sukses meraih prestasi. Semua atlet terbaik Indonesia 'direkrutnya' dengan janji bonus berlimpah dan pekerjaan. Kaltim masih berhasil. Semua atlet Indonesia yang merasa kalau selama ini 'kurang diperhatikan' daerahnya memilih bergabung. Hal inilah yang kemudian menimbulkan masalah terkait alih status dan transfer pemain yang hingga kini masih terus dipergunjingkan

Daerah-daerah yang atletnya dicaplok Kaltim, melakukan protes ke KONI Pusat. Aturan tentang perpindahan pemain pun dibuat. Namun, KONI Pusat sudah terlambat, karena Kaltim sudah lebih dulu mendapatkan atlet incarannya. Kaltim ingin dana yang dikeluarkan untuk menjadi tuan rumah, 'dibayar' dengan prestasi minimal menjadi lima besar pengumpul medali terbanyak pada PON XVII 2008.

Aksi Kaltim juga dirasakan oleh KONI Propinsi NTT. Setelah mengeluk-elukan mereka sebagai pahlawan Flobamora, Oliva Sadi, Ferry Subnafeu, Kamilus de Lero, Mansyur Yunus dan Yules Pulu memilih hengkang ke Kaltim. Bonus uang yang diberikan Pemprop dan KONI NTT dan donatur lainnya serta janji diluluskan menjadi PNS tidak mempan menahan mereka. Oliva cs tetap hengkang. Ini menjadi tantangan baru yang terberat bagi NTT.
***
NTT kini sudah kehilangan delapan medali emas yang diraih NTT pada PON XVI 2004 lalu. Oliva Sadi yang merebut dua medali emas, Ferry Subnafeu, Mansyur Yunus, Kamilus de Lero dan Yules Pulu yang masing-masing menyumbang satu emas kini sudah menjadi milik Kaltim. Lalu, apakah dua emas lainnya masih jadi milik NTT?

Tidak! Hermensen Ballo, si raja kelas terbang nasional telah gantung sabuk. Morits Saubaki, penyumbang satu emas lainnya gagal lolos ke Kaltim 2008. Dan, jangan lupa bahwa Oliva Sadi juga 'membawa' satu medali perak yang direbutnya dari nomor lari 1.500 meter. Lalu, sanggupkah 46 atlet NTT yang saat ini sedang dipersiapkan ke Kaltim 2008 mencapai prestasi delapan medali emas dan satu perak itu? Sanggup! Tidak ada jawaban lain!

Selain atletik yang merupakan cabang olahraga terukur, prestasi cabang lainnya tidak bisa dihitung secara matematis. Prestasi 2008 masih misterius. Jawabannya tergantung persiapan. Bagaimana menyusun program latihan menuju arena sesungguhnya yang paling penting untuk dibahas, dan bukan mengejar target yang harus terus didengungkan. Sehebat dan seperkasa apapun seorang atlet saat kualifikasi, belum tentu hasilnya akan sama pada pertarungan sesungguhnya.

Jawaban untuk mengejar prestasi ada dalam diri sendiri. Diri para atlet, pelatih, pengurus dan masyarakat olahraga NTT. Seorang atlet harus memiliki tekad untuk menjadi pemenang. Tantangannya adalah latihan yang disiplin dan terprogram. Seorang pelatih akan sukses kalau dia mampu menerjemahkan program latihannya. Pelatih juga harus tahu bahwa olahraga sudah tidak bisa terlepas dari pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi. Dukungan pengurus baik finansial dan manajemen harus total. Sedangkan masyarakat dengan caranya masing- masing harus memberikan dukungannya.

Mempersiapkan atlet dengan program yang sistematis, hasilnya pun pasti optimal. Seorang pelatih harus mampu menjelaskan dan mempertanggungjawabkan tujuan dan manfaat teknik yang diajarkan kepada atletnya. Dia harus tahu, kapan seorang atlet mencapai puncak prestasinya. Lihat saja hasil yang dicapai kempo saat kualifikasi. Diunggulkan untuk meraih prestasi, kenshi-kenshi NTT 'sudah kehabisan nafas' hanya untuk latihan. Saat pertarungan, mereka jadi bulan-bulanan karena sudah tidak memiliki daya.

Dengan jumlah atlet yang lebih banyak, dipilih dari enam cabang yang diunggulkan, KONI NTT memiliki impian untuk memaksimalkan potensi yang ada. Jumlah bukan jadi ukuran, karena kualitas lebih dikedepankan. Tantangan meraih prestasi baru saja dimulai. Tidak ada alasan untuk menunda apalagi berleha-leha. Lebih baik 'mandi keringat' dan 'mandi darah' saat latihan, daripada 'mandi keringat' dan 'mandi darah' saat pertandingan. (habis)
Lanjut...

NTT Menuju PON 2008 (1)

Oleh wartawan Pos Kupang, Sipri Seko

PELAKSANAAN PON XVII 2008 kali ini di Kalimantan Timur (Kaltim) akan memiliki nuansa yang beda. Beda, bukan karena Kaltim yang menanggung semua biaya akomodasi dan konsumsi peserta --sampai saat ini belum final. Bukan juga karena saat itu Kaltim akan dipimpin gubernur baru yang akan dipilih satu bulan menjelang perhelatan PON XVII dilangsungkan.

Bukan juga karena pada saat yang bersamaan akan ada pesta sepakbola terakbar di Eropa, Euro 2008. Yang beda adalah buat masyarakat NTT. Saat duta-duta olahraga NTT sedang berlaga di Kaltim, di Bumi Flobamora juga akan ada kompetisi. Rakyat NTT akan melakukan kompetisi politik, pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Secara nasional, mungkin PON yang jadi perhatian. Dunia akan melihat Euro 2008. Namun, masyarakat NTT pasti ingin ikut masuk dalam permainan politik.

Akankah itu semua akan mengganggu prestasi anak-anak NTT. Apakah nama dan panji Flobamora akan dikumandangkan di Kaltim? Ataukah atlet-atlet kita justru menjadi bulan-bulanan karena persiapan yang kurang maksimal akibat minimnya perhatian pemerintah.

Tapi, perjuangan dan kompetisi politik beda dengan dunia olahraga. Atlet-atlet NTT tidak boleh terkecoh dengan hingar bingar politik. Boleh-boleh saja mendukung figur tertentu, tetapi prestasi dengan kalungan medali di leher saat pulang dari Kaltim adalah kebanggaan yang tak akan ternilai.
***
Hingga saat ini sudah resmi tercatat 46 atlet dari enam cabang olahraga yang lolos ke Kaltim. Bila dibandingkan dengan PON XVI 2004 lalu di Palembang-Sumatera Selatan, maka jumlah kali ini lebih besar. Tahun 2004 lalu, KONI Propinsi NTT meloloskan 36 atlet dari sepuluh cabang olahraga.
Peningkatan jumlah atlet yang lolos dari sedikit cabang olahraga yang lolos juga karena kebijakan KONI yang hanya merekomendasikan sembilan cabang olahraga (cabor) untuk mengikuti kualifikasi (pra) PON. Dari sembilan cabang itu, sepakbola, karate dan angkat besi, berat dan binaraga gagal meloloskan atletnya, sedangkan yang lolos adalah, atletik, kempo, tinju, pencaksilat, taekwondo dan sepaktakraw. Namun, sanggupkah 44 atlet dari enam cabang olahraga yang katanya direkomendasikan karena memiliki kualitas prestasi nasional menyamai hasil tahun 2004?
Delapan medali emas, empat perak dan empat perunggu adalah capaian tertinggi NTT dalam sejarahnya mengikuti PON sejak tahun 1961. Tantangannya akan berat, bukan hanya karena saat itu NTT akan disibukan oleh pemilihan kepala daerah. Berat, karena hasil yang dicapai saat kualifikasi tidak maksimal.
Sepaktakraw hanya bisa lolos dari nomor yang bukan bergengsi. Adriana Waru dan Mery Paijo yang lolos dari cabang atletik hanya lolos dari urutan keempat dan lima --ukurannya limit waktu. Pencaksilat mungkin satu-satunya cabang meraih hasil menggembirakan. Kalau sebelumnya hanya bisa meraih perak, kali ini Oktoviana Malelak malah menyumbang medali emas untuk bersama Agatha Trisnawati, Nurningsih U Bara dan I Putu Gede lolos.
Prestasi juga diraih cabang taekwondo. Meski gagal meloloskan dua andalannnya, Isak Petruzs dan Agus Sentono, namun meloloskan delapan atlet adalah prestasi tertinggi yang pernah dicapai anak-anak asuhan Daniel Adoe dan Hari Teopilus ini. Cabang tinju, yang selama ini menjadi lumbung medali NTT, hanya Yanto Fallo yang bisa merebut medali emas, sementara tujuh atlet lainnya hanya bisa mencapai target lolos.
Sementara kempo yang mencatat hasil spektakuler saat PON XVI 2004 lalu kali ini malah jadi bulan-bulanan lawan. Lolos untuk 18 dari 15 kenshinya, kempo hanya bisa meraih satu medali emas lewat Veronika 'Ayu' Hakim. Hal ini jelas bertolak belakang dari hasil saat pra PON XVI 2004 lalu di Denpasar-Bali dengan meraih runner-up perolehan medali --kualifikasinya bertitel kejuaraan dunia dan kontingen Jepang yang menjadi juara umum.
Tapi, atlet-atlet NTT tidak berkecil hati. Keyakinan akan kualitas diri yang dimiliknya membuat mereka selalu menjadi yang terbaik kala sudah berlaga di arena sesungguhnya. Minim dana bukan jadi halangan untuk berprestasi. Hingar bingar pesta politik harus dibiarkan berjalan sesuai relnya. Yanto Fallo dkk harus diberi tekad untuk menjadi juara karena kualitas dirinya. Mereka harus diasah untuk mendapatkan kemampuan terbaiknya dengan tulus.
Tekad Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si, untuk memantau dan mengevaluasi secara ketat pelaksanaan Pelatda harus didukung. Para pengurus cabang olahraga harus ikut memantau pelatih dan atletnya untuk berlatih dengan disiplin. Satu yang harus menjadi catatan adalah bahwa Pelatda bukanlah sebuah proyek yang harus dilalui dan dilewati sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Tetapi Pelatda harus dimaknai sebagai sebuah keseriusan menuju prestasi yang dinanti. (bersambung)
Lanjut...

Atlet Binaraga NTT sudah Berprestasi

SAAT ini, di Propinsi NTT, binaraga masih dianggap sebagai olahraga yang mahal dan belum menjangkau semua lapisan masyarakat. Namun, binaraga NTT secara nasional sudah memiliki presytasi yang cukup tinggi. Demikian dikatakan Wakil Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya ketika membuka kejuaraan daerah (kejurda) binaraga Danrem 161 Wirasakti Cup 2007 di Flobamora Mall, Sabtu (24/11/2007).

"Binaraga di NTT sebenarnya sudah cukup diminati. Sebagai Wakil Ketua Umum KONI NTT, saya mengucapkan profisiat dan terima kasih kepada Pengprop PABBSI NTT yang berhasil menjalin kerjasama dengan Danrem 161 Wirasakti untuk menggelar event yang sangat penting ini. Saya minta kepada semua atlet agar mengerahkan semua potensi yang dimilikinya, agar bisa melahirkan prestas-prestasi yang bisa mengharumkan nama NTT di tingkat nasional," ujar Lebu Raya.

Sementara, Danrem 161 Wirasakti Kupang, Brigjen Arief Rachman dalam sambutan mengatakan bahwa dukungannya terhadap kejuaraan tersebut adalah karena dia tahu bahwa potensi para juara ada di NTT.
"Ada bukti bahwa binaragawan-binaragawan NTT sudah berprestasi di tingkat nasional. Saya sebut saja, Made Dwija yang merebut medali perunggu Master Indonesia 2007. Ini adalah prestasi yang spektakuler yang membuat nama NTT cukup disegani di tingkat nasional," ujar Arief Rachman yang sudah dimutasi ke Mabes TNI namun karena belum ada penggantinya, maka dia tetap merangkap menjadi Danrem 161 Wirasakti Kupang.

Ketua Pengprop PABBSI NTT, Ir. Andre Koreh mengatakan bahwa kejuaraan tersebut diikuti oleh binaragawan-binaragawan terbaik di NTT. PABBSI, kata Koreh, merupakan organisasi resmi yang menaungi olahraga binaraga di Indonesia dan dunia. Untuk itu, dia mengatakan harapannya agar semua atlet potensial mau bergabung dengan PABBSI NTT untuk dibina lebih baik lagi. *

Made Dwija terbaik

SEPERTI diprediksi sebelumnya, peraih medali perunggu Master Indonesia 2007, Made Dwija tampil sebagai the best pose & the best body building 2007 dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Binaraga Danrem 161 Wirasakti Cup 2007 di Flobamora Mall, Sabtu (24/11/2007). Made juga menjadi yang terbaik di kelas 75 kg plus.
Wakil Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutannya ketika membuka event tersebut mengatakan bahwa binaraga di NTT masih dianggap sebagai olahraga yang mahal dan belum menjangkau semua lapisan masyarakat. Namun, binaraga NTT, katanya, secara nasional sudah memiliki prestasi yang cukup tinggi.
"Binaraga di NTT sebenarnya sudah cukup diminati. Sebagai Wakil Ketua Umum KONI NTT, saya mengucapkan profisiat dan terima kasih kepada Pengprop PABBSI NTT yang berhasil menjalin kerjasama dengan Danrem 161 Wirasakti untuk menggelar event yang sangat penting ini. Saya minta kepada semua atlet agar mengerahkan semua potensi yang dimilikinya, agar bisa melahirkan prestas-prestasi yang bisa mengharumkan nama NTT di tingkat nasional," ujar Lebu Raya.
Sementara, Danrem 161 Wirasakti Kupang, Brigjen Arief Rachman dalam sambutan mengatakan bahwa dukungannya terhadap kejuaraan tersebut adalah karena dia tahu bahwa potensi para juara ada di NTT. "Ada bukti bahwa binaragawan-binaragawan NTT sudah berprestasi di tingkat nasional. Saya sebut saja, Made Dwija yang merebut medali perunggu Master Indonesia 2007. Ini adalah prestasi yang spektakuler yang membuat nama NTT cukup disegani di tingkat nasional," ujar Arief Rachman yang sudah dimutasi ke Mabes TNI namun karena belum ada penggantinya, maka dia tetap merangkap menjadi Danrem 161 Wirasakti Kupang.
Ketua Pengprop PABBSI NTT, Ir. Andre Koreh mengatakan bahwa kejuaraan tersebut diikuti oleh binaragawan-binaragawan terbaik di NTT. PABBSI, kata Koreh, merupakan organisasi resmi yang menaungi olahraga binaraga di Indonesia dan dunia. Untuk itu, dia mengatakan harapannya agar semua atlet potensial mau bergabung dengan PABBSI NTT untuk dibina lebih baik lagi. *
Lanjut...

Jalan El Tari Kupang jadi Arena Olahraga

Berdasarkan keinginan agar kebugaran masyarakat bisa meningkat, maka Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI) NTT mengusulkan kepada Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang agar kawasan Jalan El Tari I ditutup dari lalulintas kendaraan setiap hari Sabtu pukul 15.00-24.00. Penutupan dimaksudkan agar ruas Jalan El Tari I dapat digunakan sebagai arena olahraga masyarakat.

Menindaklanjuti usulan tersebut, Pemprop NTT menggelar rapat koordinasi di ruang rapat Asisten II Setda Propinsi NTT, Sabtu (23/6/2007). Rapat tersebut dipimpin Plt Sekda NTT, Ny. Partini Hardjokusumo, S.H. Hadir dalam rapat tersebut wakil dari FOMI NTT, KONI NTT, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Dispora NTT, Biro Binos, Biro Hukum dan kepolisian.

Ketua Umum FOMI NTT, Drs. Kristo Blasin usai rapat koordinasi tersebut mengatakan, tujuan dari rapat tersebut adalah untuk membahas usulan FOMI. Dari hasil rapat, kata Blasin, semua peserta menyatakan kesepakatannya agar ruas Jalan El Tari I ditutup.

"Semua peserta rapat setuju agar Jalan El Tari ditutup. Malah ada yang mengusulkan kalau bisa ditutup hingga hari Minggu pagi. Dalam rapat tersebut juga disepakati untuk menunjuk FOMI NTT sebagai pengelola dan penanggungjawab semua kegiatan selama jalan ditutup," ujar Blasin yang didampingi sekretatisnya, Richardus Wawo.

Menurut Kristo, untuk menguatkan kesepakatan tersebut, Pemprop NTT akan segera mengeluarkan sebuah produk hukum berupa Surat Keputusan Gubernur. SK tersebut, kata Blasin, sangat penting agar semua kegiatan yang dilaksanakan di Jalan El Tari selama ditutup bisa dipertanggungjawabkan.

"Dalam satu dua minggu ini SK Gubernur akan segera terbit. Setelah itu, kami akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat," kata Blasin.

Menurut Blasin, tujuan penutupan Jalan El Tari I pada setiap akhir pekan adalah agar memberikan ruang kepada masyarakat Kota Kupang melaksanakan olahraga, rekseasi. Meningkatkan kebugaran tubuh, kesehatan yang akan berampak pada peningkatan kualitas hidup. Selain itu, kata Blasin, juga untuk meningkatkan usaha-usaha kecil seperti jagung bagar, bubur kacang dan pedagang kecil lainnya.

"Memang betul ada untuk dan ruginya dari penutupan ini. Namun, bagaimana pun juga ini sangat penting untuk kita semua," kata Blasin.*
Lanjut...

Saragih Juara Saroha Cup 2007

PECATUR tuan rumah, John Salmon Saragih menjadi yang terbaik dalam kejuaraan catur Saroha Cup V 2007. Saragih mencatat delapan poin dan berhak atas bonus uang Rp 2,5 juta serta sebuah piala dalam kejuaraan yang digelar Ikatan Keluarga Besar Batak (IKBB) Kota Kupang, yang berakhir, Jumat (23/11/2007).

Juara kedua ditempati oleh Abed Dillak MP dengan poin 7,5 yang berhak atas bonus Rp 2 juta. Pecatur tuan rumah lainnya, Hot Sihombing menempati posisi ketiga dengan poin 7 dan menerima uang Rp 1,5 juta. Sementara, Adrianus Moedak yang sebelumnya tampil sangat mengesankan hanya menempati posisi keempat dengan tujuh poin dan menerima uang Rp 1 juta.

Saragih menempatkan diri sebagai peraih poin tertinggi setelah dalam babak kesembilan di Kantor DPD Apjati NTT di Kupang, Jumat (23/11/2007), mengalahkan Master Nasional, Imanuel Seran. Penampilan Saragih dalam partai penentuannya ini cukup mengesankan. Kedua pecatur menciptakan bangunan Slavia yang penuh komplikasi di babak tengah. Saragih akhirnya menghentikan Seran terjadi pada langkah ke-53. Dengan hasil ini, Saragih dari sembilan kali main, tujuh kali menang dan dua kali remis. Saragih juga diberi predikat undefeat table player dan penjegal para master. Pasalnya, dalam kejuaraan ini, Saragih berhasil mengalahkan empat master.

Data dari panitia pertandingan, Oktaf Nubatonis dan Sony Sabuna, urutan juara Saroha Cup V 2007, yakni John Salmon Saragih (8), Abed Dillak (7,5), Hot Sihombing (7), Adrianus Moedak (7), Budi Kleden (7), Konne Dillak (6,5), Imanuel Seran (6,5), Ricky Mokoginta (6,5), Mess Hermanus (6,5), Oswald Siregar (6,5).

Turnamen ini ditutup oleh Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si di Depot Nelayan Kupang. Esthon Foenay dalam sambutannya mengatakan bahwa kejuaraan Saroha Cup telah memiliki kualitas nasional. Hal ini karena selain diikuti oleh enam orang master, juga bonus para juara cukup besar.

"Mudah-mudahan dengan kembali digelarnya kejuaraan Saroha Cup, dapat membangunkan semangat para atlet catur dalam meningkatkan mutu serta kualitas permainan catur yang berlevel nasional. Mewakili pemerintah dan seluruh masyarakat olahraga, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada IKBB Kota Kupang yang mau menggelar event ini," ujar Esthon. *
Lanjut...

Posted in Label: | 0 komentar Link ke posting ini