Jalan El Tari Kupang jadi Arena Olahraga
Posted On Senin, 21 Juli 2008 at by KONI Nusa Tenggara TimurBerdasarkan keinginan agar kebugaran masyarakat bisa meningkat, maka Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI) NTT mengusulkan kepada Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang agar kawasan Jalan El Tari I ditutup dari lalulintas kendaraan setiap hari Sabtu pukul 15.00-24.00. Penutupan dimaksudkan agar ruas Jalan El Tari I dapat digunakan sebagai arena olahraga masyarakat.
Menindaklanjuti usulan tersebut, Pemprop NTT menggelar rapat koordinasi di ruang rapat Asisten II Setda Propinsi NTT, Sabtu (23/6/2007). Rapat tersebut dipimpin Plt Sekda NTT, Ny. Partini Hardjokusumo, S.H. Hadir dalam rapat tersebut wakil dari FOMI NTT, KONI NTT, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Dispora NTT, Biro Binos, Biro Hukum dan kepolisian.
Ketua Umum FOMI NTT, Drs. Kristo Blasin usai rapat koordinasi tersebut mengatakan, tujuan dari rapat tersebut adalah untuk membahas usulan FOMI. Dari hasil rapat, kata Blasin, semua peserta menyatakan kesepakatannya agar ruas Jalan El Tari I ditutup.
"Semua peserta rapat setuju agar Jalan El Tari ditutup. Malah ada yang mengusulkan kalau bisa ditutup hingga hari Minggu pagi. Dalam rapat tersebut juga disepakati untuk menunjuk FOMI NTT sebagai pengelola dan penanggungjawab semua kegiatan selama jalan ditutup," ujar Blasin yang didampingi sekretatisnya, Richardus Wawo.
Menurut Kristo, untuk menguatkan kesepakatan tersebut, Pemprop NTT akan segera mengeluarkan sebuah produk hukum berupa Surat Keputusan Gubernur. SK tersebut, kata Blasin, sangat penting agar semua kegiatan yang dilaksanakan di Jalan El Tari selama ditutup bisa dipertanggungjawabkan.
"Dalam satu dua minggu ini SK Gubernur akan segera terbit. Setelah itu, kami akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat," kata Blasin.
Menurut Blasin, tujuan penutupan Jalan El Tari I pada setiap akhir pekan adalah agar memberikan ruang kepada masyarakat Kota Kupang melaksanakan olahraga, rekseasi. Meningkatkan kebugaran tubuh, kesehatan yang akan berampak pada peningkatan kualitas hidup. Selain itu, kata Blasin, juga untuk meningkatkan usaha-usaha kecil seperti jagung bagar, bubur kacang dan pedagang kecil lainnya.
"Memang betul ada untuk dan ruginya dari penutupan ini. Namun, bagaimana pun juga ini sangat penting untuk kita semua," kata Blasin.*
Lanjut...
Saragih Juara Saroha Cup 2007
Posted On at by KONI Nusa Tenggara TimurPECATUR tuan rumah, John Salmon Saragih menjadi yang terbaik dalam kejuaraan catur Saroha Cup V 2007. Saragih mencatat delapan poin dan berhak atas bonus uang Rp 2,5 juta serta sebuah piala dalam kejuaraan yang digelar Ikatan Keluarga Besar Batak (IKBB) Kota Kupang, yang berakhir, Jumat (23/11/2007).
Juara kedua ditempati oleh Abed Dillak MP dengan poin 7,5 yang berhak atas bonus Rp 2 juta. Pecatur tuan rumah lainnya, Hot Sihombing menempati posisi ketiga dengan poin 7 dan menerima uang Rp 1,5 juta. Sementara, Adrianus Moedak yang sebelumnya tampil sangat mengesankan hanya menempati posisi keempat dengan tujuh poin dan menerima uang Rp 1 juta.
Saragih menempatkan diri sebagai peraih poin tertinggi setelah dalam babak kesembilan di Kantor DPD Apjati NTT di Kupang, Jumat (23/11/2007), mengalahkan Master Nasional, Imanuel Seran. Penampilan Saragih dalam partai penentuannya ini cukup mengesankan. Kedua pecatur menciptakan bangunan Slavia yang penuh komplikasi di babak tengah. Saragih akhirnya menghentikan Seran terjadi pada langkah ke-53. Dengan hasil ini, Saragih dari sembilan kali main, tujuh kali menang dan dua kali remis. Saragih juga diberi predikat undefeat table player dan penjegal para master. Pasalnya, dalam kejuaraan ini, Saragih berhasil mengalahkan empat master.
Data dari panitia pertandingan, Oktaf Nubatonis dan Sony Sabuna, urutan juara Saroha Cup V 2007, yakni John Salmon Saragih (8), Abed Dillak (7,5), Hot Sihombing (7), Adrianus Moedak (7), Budi Kleden (7), Konne Dillak (6,5), Imanuel Seran (6,5), Ricky Mokoginta (6,5), Mess Hermanus (6,5), Oswald Siregar (6,5).
Turnamen ini ditutup oleh Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si di Depot Nelayan Kupang. Esthon Foenay dalam sambutannya mengatakan bahwa kejuaraan Saroha Cup telah memiliki kualitas nasional. Hal ini karena selain diikuti oleh enam orang master, juga bonus para juara cukup besar.
"Mudah-mudahan dengan kembali digelarnya kejuaraan Saroha Cup, dapat membangunkan semangat para atlet catur dalam meningkatkan mutu serta kualitas permainan catur yang berlevel nasional. Mewakili pemerintah dan seluruh masyarakat olahraga, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada IKBB Kota Kupang yang mau menggelar event ini," ujar Esthon. *
Enam Master ikut Saroha Cup 2007
Posted On at by KONI Nusa Tenggara TimurSEBANYAK 77 pecatur dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu dan Rote-Ndao ambil bagian dalam kejuaraan catur Saroha Cup V 2007 yang digelar di Aula DPD Apjati NTT di Kupang, 15-23 November 2007. Dari jumlah tersebut enam di antaranya bergelar master. Demikian diungkapkan Ketua Panitia Saroha Cup V, AKBP SM Panjaitan dalam laporannya saat pembukaan event di Aula DPD Apjati NTT di Kupang, Kamis (15/11/2007).
Enam master yang ambil bagian tersebut, yakni Imanuel Seran MN, Ferdy Latumahina MN, Mes Hermanus MP, Tjin Ka Wie MP, Abed Dillak MP dan Kone Dillak MP. Kejuaraan ini, kata Panjaitan, juga diikuti empat pecatur yunior putri dan delapan yunior putra. "Peserta dari Rote dan Balu masing-masing dua orang sedangkan selebihnya dari Kota dan Kabupaten Kupang," jelas Panjaitan.
Salah seorang pelindung Saroha NTT, Drs. H Simarmata, Ak.MM dalam sambutannya mewakili Ketua Umum Saroha, Dr. M Lumban Gaol, M.Si. Ph.D mengatakan terima kasihnya kepada masyarakat NTT yang sangat antusias mengikuti kejuaraan ini. "Yang unik dari para peserta ini, hanya terdapat tiga orang Batak. Ini berarti, komuitas Batak di NTT sudah menyebar dan menyatu dalam semua lapisan masyarakat. Dan, yang lebih unik lagi adalah, saat pembukaan ini kita kedatangan dua orang penting di NTT, yakni Wakil Gubernur, Pak Frans Lebu Raya dan Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Pak Esthon Foanay," ujar Panjaitan.
Frans Lebu Raya saat membuka kejuaraan tersebut mengatakan bahwa olahraga catur sebenarnya sangat merakyat di NTT, namun belum mencapai prestasi yang maksimal. Hal ini, kata Lebu Raya, merupakan tantangan tersendiri yang harus dijawab oleh Pengprop Percasi NTT dengan membina potensi-potensi yang ada.
"Kita memiliki atlet catur yang sangat potensial, namun sayangnya olahraga ini belum masuk dalam kategori yang berprestasi di NTT. Untuk itu, perlu inisiatif dan prakarsa dari berbagai pihak untuk mendukung Percasi. Karena, prestasi yang diraih tidak instan tapi harus melalui latihan yang disiplin dan sering mengasah kemampuan lewat event-event resmi," ujarnya.
Acara pembukaan ditandai dengan pemindahan bidak catur oleh Drs. Frans Lebu Raya. Sebelumnya diadakan seremoni adat Batak, yakni pengalungan Ulos dari Drs. H Simarmata kepada Drs. Frans Lebu Raya. *
11 PT Ikut Kejurnas Tenis Meja di Kupang
Posted On at by KONI Nusa Tenggara TimurSEBANYAK sebelas peguruan tinggi (PT) negeri dan swasta, yakni Udayana Bali, Univesitas Hasanudin Makassar, Politeknik Perikanan Tual-Maluku Utara, Undana Kupang, Unkris Kupang, Unika Kupang, Politeknik Pertanian Kupang, Polteknik Negeri Kupang, Stikom Uyelindo Kupang, STIBA Mentari dan Unika Kupang akan mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas) tenis meja di GOR Flobamora Kupang, 12-16 November 2007.
Turnamen ini dibuka oleh Ketuah Harian KONI Propinsi NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si mewakili Wakil Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya di GOR Flobamora Kupang, Senin (12/11/2007).
Panitia pelaksana, Yohan Lada dalam laporannya mengatakan, pihaknya sudah berusaha untuk mengundang semua perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia. Namun, kata Lada, hingga akhir penutupan, Rabu (7/11/2007), hanya sebelas PT yang terdaftar.
Panitia pelaksana, Yohan Lada dalam laporannya mengatakan, pihaknya sudah berusaha untuk mengundang semua perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia. Namun, kata Lada, hingga akhir penutupan, Rabu (7/11/2007), hanya sebelas PT yang terdaftar.
"Kejuaraan ini akan diikuti oleh hampir 70 atlet. Adapun nomor yang akan dipertandingan, yakni tunggal putra/putri, ganda campuran, ganda putra dan beregu. Kami harapkan peserta yang ada bisa mengikuti turnamen dengan baik," ujar Lada.
Esthon Foenay mengucapkan proficiat kepada Politeknik Negeri Kupang yang sudah merancang terselenggaranya event tersebut. "Tenis meja merupakan cabang olahraga yang murah biaya penyelenggaraannya, namun sangat meriah karena diminati oleh seluruh lapisan masyarakat. Event ini sangat penting untuk mencari bibit unggul agar dibina lebih lanjut," ujar Esthon.
Esthon mengharapkan para peserta dapat menunjukan kualitas permainannya dengan total. "Menang atau kalah bukan satu-satunya tujuan dari mengikuti sebuah turnamen. Seorang atlet akan sangat berbahagia kalau bisa membawa pulang prestasi, namun akan lebih sempurna kalau dia membawa pulang persahabatan, persaudaraan dan kebersamaan," ujarnya.
Ketua Harian Pengprop PTMSI NTT, Muhammad Fahruddin, S.Sos. M.H secara terpisah mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung suksesnya event tersebut. Dia sangat berharap agar nantinya akan muncul atlet-atlet berbakat dari PT di NTT untuk dibinanya lebih intensif. *
Lanjut...
Tata Ulang Manajemen PSSI NTT
Posted On Sabtu, 19 Juli 2008 at by KONI Nusa Tenggara TimurSAAT ini, di Nusa Tenggara Timur (NTT) berbagai pertandingan/turnamen sepakbola digelar secara rutin setiap tahun baik oleh PSSI seperti El Tari Memorial Cup (ETMC) juga kelompok masyarakat, seperti Piala Bupati Ngada, Bupati Flotim, Faperta Cup, Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup dan lainnya.
Namun, semua turnamen itu belum berhasil memiliki satu kesebelasan bermutu. Untuk itu, manajemen PSSI NTT harus ditata lebih profesional. Demikian Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si yang membacakan sambutan Wakil Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya ketika menutup turnamen ETMC 2007 di Stadion Haliwen-Atambua, Belu, Jumat (9/11/2007).
Menurut Esthon, ide awal digelarnya turnamen ini oleh mantan Gubernur NTT, Almarhum EL Tari adalah membuat sepakbola NTT maju dan bermutu, disamping untuk merajut persatuan dan persahabatan. Namun, kenyataannya, kata Esthon, prestasi sepakbola NTT belum sesuai harapan."Terhadap kegagalan ini saya mengajak masyarakat pencinta bola, pengurus di tingkat propinsi, kabupaten/kota, perserikatan dan klub-klub untuk sama-sama menata kembali manajemen organisasi supaya lebih profesional. Ini, agar ke depan NTT bisa memiliki kesebelasan yang dapat diperhitungkan di wilayah Nusa Tenggara dan Bali bahkan nasional. Anak-anak NTT memiliki potensi di bidang sepakbola yang merupakan cabang olahraga yang digemari masyarakat. Namun, apabila tidak ditangani dengan baik dan profesional jangan harap prestasi sepakbola NTT akan maju. Ini menjadi tantangan bagi kita semua termasuk jajaran pengurus PSSI baik propinsi maupun kabupaten/kota se-NTT. Seharusnya kita malu kalau hanya melawan Bali dan NTB saja tidak pernah menang," kata Esthon.
Ketua Umum Penyelenggara ETMC 2007, drg. Gregorius Mau Bili menyatakan, rasa syukurnya karena selama kegiatan ETMC berjalan aman dan lancar. Menurut Mau Bili, selama kejuaraan ini berlangsung, rajutan kebersamaan dan persaudaraan terus tercipta. "Semoga kebersamaan yang ditunjukkan semua tim selama berlaga di ETMC ini terus dipertahankan," ujarnya.
Hadir saat penutupan ETMC, Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, Kajari Atambua, Drs. Yohanes Gatot Irianto, S.H, Kapolres Belu, AKBP Drs. Mulyadi Kaharni, M.Si, Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Samuel Hehakaya dan undangan lainnya. PSN Ngada tampil sebagai juara ETMC 2007 setelah di final mengalahan tuan rumah, Persab Belu 2-1. Juara tiga bersama ditempati oleh PSKN Kefamenanu dan Perserond Rote-Ndao. *
Hasil ETMC 2007
Juara I : PSN Ngada (Rp 10 juta)
Juara II : Persab Belu (Rp 7,5 juta)
Juara III : PSKN dan Perserond (Rp 5 juta)
Tim Favorit : Persab Alor (Rp 3,5 juta)
Pemain Terbaik : Castelo Blanco/Persab Belu (Rp 2,5 juta)
Top Skore : Frans Sabon/PSN Ngada, Ferdy Pere/PSKK (Rp 2,5 juta)
Lanjut...