Meliana dan Dewi Kalah

KABUT duka tengah meliputi kontingen tinju NTT. Setelah Atris Neolaka dan Ando Ndolu kalah pada pertandingan, Senin (7/7/2008), kali ini Dewi Mamo dan Meliana Beteseran juga ikut tersingkir. Dalam pertandingan di GOR Tenggarong, Kaltim, Selasa (8/7/2008), Meliana kalah dari Yunike Roti asal Sulawesi Utara, sedangkan Dewi Kalah dari petinju Kaltim, Defrianti Liatahi.

Dengan hasil ini, di tim tinju NTT baru Yanto Fallo yang meraih kemenangan di kelas 45 kg. Tiga petinju lainnya, Deni Hitarihun, Abniel Daniel dan Getrudis Taek juga masih memiliki peluang. Getrudis Taek kini sudah berada di babak semifinal setelah mendapat bye di putaran pertama.

Kekalahan 5-8 Meliana dari Yunike menuai protes keras dari kubu NTT. Ofisial NTT, Yusuf Naragale, Samuel Haning dan Melkisedek L Madi melakukan protes keras kepada dewan juri atas poin yang diberikan para hakim. Pasalnya, beberapa pukulan telak Meliana malah tidak mendapatkan poin, sedangkan Yunike, meski tidak melepaskan pukulan namun poinnya terus bertambah.

Yusuf Naragale malah membanting beberapa kursi di tempat ofisial. Meski demikian, protes NTT tidak menimbulkan kericuhan karena tidak ditanggapi oleh dewan juri.

Pelatih Sulawesi Utara, Adrianus Taroreh usai pertandingan mengakui, petinjunya kalah dibanding Meliana. "Saya bersyukur karena petinju saya yang menang. Saya akui bahwa petinju NTT lebih baik dan dia yang layak memenangkan pertandingan," ujar Taroreh, mantan petinju nasional ini.

Meliana yang terlihat kecewa tidak mampu berbuat apa-apa. "Saya kecewa karena tidak bisa membawa pulang medali. Namun, kita harus menghormati keputusan wasit," ujarnya.

Tim tinju NTT, hari ini, Rabu (9/7/2008), Deni Hitarihun yang bertanding di kelas 48 kg akan melawan petinju DKI Jakarta, Arman Maabuat. Deni yang mengomentari pertandingan ini mengatakan kesiapannya untuk memenangkan pertandingan.

"Ini adalah partai final bagi saya. Saya harus mengangkat tinju NTT. Dia adalah petinju nasional yang sudah sangat berpengalaman, namun saya juga sudah siap untuk pertandingan ini. Doakan saya biar bisa memenangkan pertandingan," ujarnya. (eko)
Lanjut...

Posted in Label: , | 0 komentar

Atlet NTT Diminta Waspada

KEKALAHAN Meliana Beteseran dari cabang tinju membuat Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si meminta seluruh atlet dan pelatih NTT untuk waspada. Ia berharap agar atlet NTT tetap disiplin dan menjaga sportivitas.

"Semua orang yang ikut PON ini pasti ingin berprestasi. Segala cara akan dipakai untuk memenangkan pertandingan. Kita harus tetap waspada, mengutamakan kualitas dan menjunjung tinggi sportivitas. Kalaupun ada atlet NTT yang kalah, harus kalah secara terhormat dan bukan karena belas kasihan wasit atau juri," ujarnya di Samarinda, Selasa (8/7/2008).

Ke depan, kata Esthon, persaingan di babak-babak penentuan akan semakin ketat. Karena itu, tambahnya, disiplin menjaga kesehatan dan latihan ringan untuk menjaga stamina harus jadi perhatian utama. "Saya sudah minta agar atlet dan pelatih harus disiplin. Jangan berpikir macam-macam, karena semua urusan administrasi dan lainnya ada yang mengurus. Jangan remehkan lawan, tapi jadikan keunggulan mereka sebagai motivasi agar bisa mengalahkan mereka," ujarnya.

Hari ini, tim sepaktakraw NTT akan melawan tuan rumah Kalimantan Timur (Kaltim) di nomor double event. Pelatih sepaktakraw NTT, David Here yang dihubungi di Bontang, mengatakan, atlet-atlet NTT sudah siap bertanding. (eko)
Lanjut...

Posted in Label: , | 0 komentar

Daftar akhir perolehan medali PON 2008

No Propinsi Emas Perak Perunggu
1.Jawa Timur 139 114 111
2.DKI Jakarta 122 118 123
3.Kalimantan Timur 116 110 115
4.Jawa Barat 101 84 130
5.Jawa Tengah 53 81 79
6.Sulawesi Selatan 25 24 28
7.Sumatera Utara 20 11 28
8.Lampung 18 12 19
9.Bali 16 18 26

10.Riau 16 14 23
11.Papua 14 23 17
12.Sulawesi Utara 14 11 16
13.DI Yogyakarta 13 16 21
14.Sumatera Selatan 12 10 17
15.Jambi 11 17 28
16.Sumatera Barat 8 16 39
17.Kalimantan Selatan 8 6 10
18.Sulawesi Tenggara 8 5 12
19.Papua Barat 7 1 7
20.Maluku 6 2 16
21.Kalimantan Barat 5 14 10
22.Banten 5 12 30
23.Aceh 4 4 10
24.Nusa Tenggara Timur 3 4 6
25.Nusa Tenggara Barat 3 3 9
26.Kalimantan Tengah 2 9 10
27.Kepulauan Riau 2 5 1
28.Bengkulu 2 3 4
29.Bangka Belitung 1 1 4
30.Maluku Utara 1 1 3
31.Sulawesi Tengah 0 3 6
32.Gorontalo 0 0 1
33.Sulawesi Barat 0 0 1
Jumlah 755 752 960



Lanjut...

Posted in Label: | 0 komentar

Getrudis Langsung Raih Perunggu

MENDAPAT bye di putaran pertama, petinju NTT kelahiran Belu, Getrudis Taek langsung lolos ke semifinal. Bertanding di semifinal melawan petinju Papua Barat, Yunike Busira, Kamis (11/7/2008), kalah atau menang, Getrudis akan langsung merebut medali perunggu.

Meski demikian, target bermain sebaik mungkin membuat Getrudis masih bisa meraih medali perak atau lebih. "Saya masih akan bertanding lagi. Medali perunggu memang sudah ada dalam tangan, tapi kalau bisa merebut medali yang lebih tinggi, saya akan tetap usahakan," ujarnya.
Pelatih tinju NTT, Yusuf Naragale yang nampak masih kecewa dengan kekalahan Atris dan Ando mengatakan harapannya agar Getrudis bisa meraih prestasi yang baik.

"Harapan kita untuk merebut medali sebenarnya salah satunya dari Atris, namun karena dia sudah kalah, maka sekarang tidak boleh tidak, atlet lainnya harus digenjot agar bisa lebih baik," ujarnya.

Ditanya tentang peluang medali dari cabang tinju, Yusuf belum bisa memberikan target. "Lawan-lawan memiliki persiapan yang cukup bagus. Buktinya, Atris dan Ando mendapat lawan yang sangat berat. Kita harapkan tidak ada faktor non teknis yang membuat mental mereka jatuh," ujar Naragale.

Ketua Harian KONI NTT, Ir. Esthon Foenay dan Wakil Bupati TTU, Raymundus Fernandez yang langsung menyaksikan pertandingan cabang tinju meski terkejut dengan kekalahan Atris, namun masih optimis. "Kita harus tetap memiliki rasa optimisme. Berikan dukungan dan doa kepada enam petinju lainnya agar bisa mendapat hasil yang baik," ujarnya. (eko)
Lanjut...

Posted in Label: , | 0 komentar

Yanto Menang, Atris dan Ando Kalah

YANTO Fallo mengawali cabang tinju dengan kemenangan angka telak 16-6 atas petinju Papua, Sertil Rumaropen. Namun, kemenangan Yanto tidak diikuti Atris Neolaka dan Ando Ndolu yang kalah dari lawannya dalam pertandingan di GOR Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (7/7/2008).

Yanto yang bertanding di kelas layang ringan berhasil mengalahkan petinju Papua, Seril Rumaropen dengan skor 16-6. Dalam pertandingan ini, Yanto bermain sangat taktis. Meski demikian, di ronde pertama, Yanto sempat kesulitan.

"Saya terkejut ketika dia bermain fight. Biasanya dia bermain dengan menjaga jarak, sehingga ketika tiba-tiba dia main dalam jarak dekat, saya sempat terkejut," kata Yanto.

Yanto yang sadar kalau lawannya ingin menjatuhkannya, tampak merubah strateginya. Tidak mau melayani Sertil yang mengalahkannya pada PON XVII 2004, Yanto berusaha menjaga jarak. Sambil berlari, Yanto melepaskan pukulan counter yang sangat akurat. Hal tersebut membuat Sertil langsung tertekan.

Kesulitan memasukkan pukulan, Sertil terlihat frustrasi sehingga harus mendapat peringatan dan pemotongan nilai dari wasit akibat dengan sengaja memukul punggung Yanto. Di ronde keempat, Yanto yang mendapat dukungan mayoritas penonton, menerapkan strategi menjaga jaraknya sehingga mengamankan poin 16-6 untuk kemenangannya. Di perempatfinal, Yanto akan melawan Adi Wabula dari Kalimantan Timur.

Dalam pertandingan lainnya, Atris Neolaka kalah 5-9 dari petinju Kepulauan Riau, Rionaldo Butar Butar. Melawan Rionaldo, Atris terlihat bermain tidak ngotot seperti biasanya. Dia berusaha menjaga jarak dan hanya sesekali melepaskan pukulannya. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Rionaldo yang bermain sangat taktis. Dengan pengalaman lebih yang dimilikinya, Rionaldo dengan mudah mendikte Atris.

Ando Ndolu kalah kelas dibanding lawannya, Supriyadi, juga dari Kepulauan Riau. Ando malah sempat terjatuh di ronde kedua. Sempat memukul Supriyadi hingga mengeluarkan darah di hidungnya pada ronde kedua, Ando tidak memanfaatkan keadaan itu. Ia bertanding asal tabrak, sehingga lawannya mudah memasukkan pukulan. Supriyadi akhirnya menang 10-3.

Dari cabang tinju, hari Selasa (8/7/2008), Meliana Beteseran yang bertanding di kelas 48 kg akan melawan petinju Sulawesi Utara, Yunike Roti. Sementara Dewi Mamoh akan melawan petinju tuan rumah, Kalimantan Timur, Defrianti Liatahi. (eko)
Lanjut...

Posted in Label: , | 0 komentar