Hermensen Ancam Mundur dari Pelatnas

PELATIH asal NTT, Hermensen Ballo mengancam akan muncul dari tim pelatih Pelatnas tinju Indonesia untuk SEA Games 2009 kalau PB Pertina tidak memperbaiki kinerjanya. Ancaman itu berawal dari keputusan sepihak PB Pertina yang mencoret empat petinju Pelatnas, termasuk petinju asal NTT, Yanto Fallo.

"Tadi (kemarin) setelah kami makan pagi tiba-tiba ada petugas dari PB Pertina yang datang dan membawa tiket pesawat untuk Yanto agar sudah harus pulang siang ini. Saya terkejut sehingga protes. Saya bertanya alasan apa Yanto dan tiga petinju lainnya harus dipulangkan. Kami dari tim pelatih tidak pernah diberitahu dan tidak pernah ada evaluasi. Saya ancam bahwa kalau Yanto dipulangkan, saya juga akan ikut pulang. Saya juga bilang, Yanto adalah petinju yang paling rajin latihan dan paling ngotot, tapi mengapa dia dipulangkan tanpa koordinasi dengan tim pelatih. Mereka akhirnya menerima penjelasan saya sehingga Yanto dkk tetap dipertahankan di Pelatnas," ujar Hermensen Ballo yang menghubungi Pos Kupang dari Jakarta, Rabu (6/5/2009).

Menurut Hermensen, petinju yang hendak dipulangkan, yakni Yanto Fallo (NTT), Veronica Nicolas (DKI Jakarta), Arenaldo Moniaga (DKI Jakarta), Siti Aisyah (Sumatera Utara) dan seorang pelatih, Sudarmadi (Sumatera Utara). 

"Tadi semua atlet dan pelatih Pelatnas bersatu dan protes ke PB Pertina. Semua siap untuk dipecat dan mundur diri dari Pelatnas. Keputusan ini tidak melalui rapat atau tanya pelatih tapi keputusan sepihak dari PB Pertina," jelas Hermensen.

Dengan kondisi ini, Hermensen yang juga sudah tercatat sebagai pelatih Program Atlet Andalan (PAL) di Kemenegpora, mempertimbangkan untuk mundur sebagai pelatih. "Kalau cara kerja PB Pertina seperti ini, lebih baik saya mundur dan pulang ke NTT karena di sana saya adalah PNS yang juga punya pekerjaan. Saya menyesal mengapa kami yang setiap hari bersama para atlet tidak pernah dilibatkan dalam keputusan seperti ini. Asal tahu saja bahwa sampai saat ini para atlet belum menerima uang saku," ujarnya. (eko)


Potensi Medali Emas

SETELAH tidak adanya kejelasan dana, Pelatnas yang semula bernaung di bawah KONI dikembalikan ke induk organisasi masing-masing. Berdasarkan pertemuan dengan jajaran induk organisasi, disepakati Pelatnas hanya diprioritaskan bagi atlet yang memiliki potensi merebut medali emas. 

Demikian dikatakan Komandan Pelatnas Terpadu, Joko Pramono yang dihubungi di Jakarta, Rabu (6/5/2009).

"Semua induk organisasi setuju pada pertemuan itu termasuk Pertina sendiri ," kata Mantan Dankormar itu.

Menurutnya, meski keterbatasan dana KONI tetap melaksanakan pelatnas yang disebut-sebut Pelatnas mini khusus cabang yang diprioritaskan merebut medali emas. "Pertina juga telah merekomendasikan tiga nama yang dimasukkan ke Pelatnas mini ini dan selebihnya ditangung oleh induk organisasi masing-masing, " jelas Joko. 

Untuk diketahui, akibat ketidakjelasan dana, hingga saat ini semua atlet Pelatnas belum menerima uang saku. Uang pergantian tiket dari daerah pun belum diganti. "Ini perseden buruk buat pertinjuan amatir kita. Sampai saat ini status kami disini tidak jelas apakah dipulangkan atau tetap berjalan. Kepengurusan ini merupakan yang terburuk sepanjang sejarah PB Pertina," tutur Hermensen dengan nada kesal. (persdanetwork/oro)

Posted in Label: |

0 komentar: