Yunita Rebut Emas Pertama

KENSHI asal Kefamenanu, TTU, Ana Yunita Gelu merebut medali emas pertama bagi kontingen NTT dalam PON XVII 2008 di Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam final cabang kempo nomor randori kelas 45 kg putri di Aula SMA 10 Samarinda, Minggu (13/7/2008), Yunita menang atas kenshi Jawa Timur, Melani.

Yunita lolos ke final setelah mengalahkan kenshi Sulawesi Selatan, Ade Irma, sedangkan Melani mengalahkan Imelda dari Sulawesi Tenggara. Dengan demikian, medali perak untuk Melani, sedangkan perunggu diraih Ade Irma dan Imelda.

Cabang kempo juga menyumbang medali perak dari kenshi Andi Samol di kelas randori 50 kg putra. Andi Samol kalah di final dari kenshi Sulawesi Selatan, Ronald Hiuyanto. Medali perunggu kelas ini direbut Adi Surya dari Bengkulu dan Arif Satria dari Sumatera Barat.
"Yunita tampil luar biasa. Dia memiliki semangat juang yang patut dicontoh atlet lainnya. Mudah-mudahan kemenangan ini membuat rekan-rekannya termotivasi untuk meraih medali," ujar Wakil Ketua Kontingen NTT, Ir. Andre W Koreh, M.T.

"Puji Tuhan. Ini berkat bagi NTT setelah cabang lainnya gagal. Mudah-mudahan atlet cabang lain juga bisa merebut medali emas," ujar Wakil Sekretaris KONI NTT, Eduard Setty.

Cabang kempo masih memiliki harapan untuk menambah perbendaharaan medali emas setelah Juliana Toh yang bertanding di kelas 51 kg putri dan Tezar Ismail di kelas 65 kg putra lolos ke final. Juliana Toh menang atas Crisna Sari Dewi dari Yogyakarta. Di final yang akan berlangsung, Senin (14/7/2008) pagi, Juliana Toh akan melawan kenshi Papua Barat, Fransiska Tumutu.

Tezar Ismail lolos ke final setelah mengalahkan peraih medali emas pra PON XVII asal Papua Barat, Dominggus Sahuburua. Di final yang juga berlangsung hari ini, Tezar akan melawan I Ketut Sunata dari Bali.

Ketua Harian Pengprop Perkemi NTT, Barnabas nDjurumana, S.H mengharapkan Juliana dan Tezar bisa mengikuti jejak Yunita Gelu. "Kalian berdua harus berusaha keras. Tidak ada kata menyerah. Kalaupun nanti kalah, kalian harus kalah secara terhormat, yakni dengan memberikan perlawanan yang maksimal," ujarnya.

"Saya sudah siap bertanding di final. Saya harus merebut medali emas. Atlet Papua Barat yang menjadi lawan saya memiliki kelebihan, ngotot dan pantang menyerah. Saya akan hati-hati agar bisa merebut medali," demikian Juliana Toh. Sementara Tezar Ismail mengatakan, kenshi Bali yang menjadi lawannya cukup tangguh. "Dia tangguh dan bagus. Kita lihat saja nanti," ujarnya. (eko)

Posted in Label: , |

0 komentar: